logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Juni 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggul Disewakan

Di saat Kota Magelang berbenah mempercantik diri guna kembali merebut predikat Kota Adipura, masih saja ada ganjalan dari instansi yang justru tidak mendukung. Betapa tidak, oknum instansi yang menangani irigasi Progo Bening di Kutoarjo telah menyewakan tanggul sungai sepanjang irigasi di Kelurahan Cacaban.

Tanggul yang berfungsi sebagai jalan kontrol, disewakan untuk mendirikan rumah. Sewanya seluas 8 x 4 m2/bidang. Pertanyaan, apakah menyewakan lahan tanggul memang diizinkan. Apakah tidak berpikir, penyewa bisa mendirikan rumah tanpa IMB bahkan lahan ada yang diperjualbelikan.

Mendirikan rumah tanpa IMB, membuang limbah di saluran irigasi Kalibening, bahkan tak punya saptik tank berdampak kotoran dibuang ke sungai, jelas mengganggu keindahan, kesehatan dan program Pemkot untuk meraih Adipura.

Harapan, Pemkot Magelang segera mengambil langkah. Kepada instansi di Kutoarjo juga menertibkan. Tanpa IMB mustinya pihak terkait melarang mendirikan bangunan dan PDL dapat melarang membuang limbah ke saluran.

Soekarsono

Cacaban Brt 726, Magelang

***

SMS dan Gendam

Model penipuan kini bermacam, salah satunya lewat SMS. Bahkan ditambahi ilmu gendan sehingga korbannya tidak sadar mentransfer sejumlah uang. Seperti yang dialami rekan kerja saya pada 12 Mei 2006 terima SMS yang isinya pemberitahuan dapat hadiah Rp 15 juta dari salah satu stasiun TV.

Dalam SMS tertulis, yang berhak dapat hadiah mereka yang punya ATM minimum Rp 250.000. Korban memberitahukan no rekening ATM Bank Mandiri sambil dipandu untuk mengetik bagian "transfer " dengan angka (Rp) 00 15999. Setelah itu korban disuruh memencet tombol "selesai ".

Kemudian korban mengecek saldo ATM ternyata berkurang Rp 1.599.999. Korban juga disuruh beli voucher Rp 100.000 sebanyak 10 lembar yang setelah nomornya digosok agar dikirim ke penelepon. Keesokan harinya masih disuruh kirim voucher Rp 50.000 sebanyak 4 buah.

Hadiah 15 juta tiada. Uang Rp 1.599.999 dan sejumlah voucher melayang. Jadi pembaca agar berhati-hati dengan cara penipuan ini. Ternyata SMS sudah dikaliborasi dengan ilmu gendam.

Agus Eko Santoso

Pondok R Patah, Blok K 1/21, Demak

***

Cari SIM di Jepara

Saya agak bangga melihat perubahan dalam proses pembuatan SIM di Polres Jepara terutama tata letak alur pembuatan, mulai dari pendaftaran sampai pengambilan foto.

Ada perubahan signifikan. Namun ada yang menjengkelkan saat 31 Mei 2006 adik saya membuat SIM C baru, dalam ujian praktik ulangan.

Memang, ujian praktik sulit sehingga dia tidak lulus lagi. Kemudian dia ditawari kalau ingin punya SIM C harus bayar Rp 90.000.Akhirnya setelah tawar menawar, petugas bersedia dengan Rp 70.000. Total keluar uang Rp 160.000 (resi bank Rp 75.000, tes kesehatan Rp 15.000 dan biaya "siluman" Rp 70.000).

Pertanyaan, apakah oknum tertentu di jajaran Polres Jepara ikut menikmati biaya tambahan yang berkisar Rp 90.000 - Rp 100.000.

Saya bayangkan betapa "bisnis'' SIM banyak menghimpun dana dari masyarakat, termasuk lamanya proses pembuatan SIM. Kalau bisa mudah, mengapa dibuat susah?

Biaya kesehatan Rp 15.000 menurut saya juga agak ganjil sebab di ruangan tes kesehatan, tidak diperiksa sebagaimana mestinya. Mohon Bapak Kapolres Jepara memperhatikan masalah tersebut untuk perbaikan citra polisi di mata masyarakat.

Mustofa

Pecangaan Kulon Rt 4/Rw 7, Jepara

***

Perusakan

Rasa aman, nyaman, dan tenteram masyarakat serasa tersentak dengan hadirnya sekelompok orang yang mengatasnamakan agama melakukan berbagai aksi anarkis. Anarkisme rupanya telah menjadi salah satu kegiatan mereka. Contoh, perusakan kantor Playboy di Jakarta.

Tetapi nampaknya aparat kepolisian tidak berani menindak secara hukum. Beda haInya saat aksi perusakan kantor PT Freeport oleh beberapa warga Papua yang kemudian diselesaikan secara hukum dan pelakunya kena hukuman penjara. Pertanyaan, apakah beda perusakan oleh kelompok tertentu itu dengan warga Papua dari kacamata hukum?.

Apakah dalih agama dapat menjadi pembenaran aksi anarkis. Sebelumnya kelompok tersebut juga melakukan sweeping dan perusakan terhadap tempat hiburan malam, tetapi tetap saja tidak ada kelanjutan hukum. Semua pertanyaan ini tertuju pada kepolisian dan kelompok tersebut.

Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras atau golongan. Polling di internet menyatakan bahwa sekitar 85% peserta menolak kehadiran kelompok tadi.

Aditya Yali Ramadhani

Dermaan Rt 3/Rw 4, Jepara

***

Puskesmas Boja

Awal Juni 2006 ibu saya yang tingal di Guwo Trayu Kecamatan Singorojo, Kendal dirawat di Puskesmas Bebengan Boja. Saya ucapkan terima kasih dan berharap puskesmas ini bisa mempertahankan imajenya, terlebih keramahtamahan para perawatnya.

Juga pertahankan penampilan perawat/dokternya yang anggun dalam berbusana serta jaga terus suasana yang baik di lingkungan puskesmas.

Saya yakin cepat atau lambat status puskesmas Boja akan berubah menjadi rumah sakit yang diperhitungkan di masa mendatang.

Drs Ahmad Nadhirin Zain

Jl Jend Sudirman 67, Semarang

***

Tanggapan BLKI

Kepala BLKI Semarang mengucapkan terima kasih atas surat pembaca Sdr Gita Lazuardi Jl Selomas VII/343 Semarang dan kritik/saran yang bagus sehingga bisa sebagai cambuk untuk pengembangan ke depan. Namun perlu kami klarifikasi antara lain soal tugas BLKI yaitu melatih pencaker.

Tujuannya agar menjadi lebih terampil dan kompeten dengan harapan, dapat dikembangkan sendiri untuk menyejahterakan hidupnya. Harapan untuk memberikan modal kepada setiap pencaker memang baik, namun sulit dilaksanakan, karena tidak tercantum pada tugas pokok dan fungsi BLKI Semarang.

Tentang BKK Karyatama, karena tugasnya terbatas melatih pencaker, maka kami berinisiatif membentuk BKK untuk menghimpun data para lulusan dan menawarkan ke berbagai perusahaan baik lewat surat atau kunjungan langsung. Cara penawaran yang lebih up to date belum dapat dilakukan, karena keterbatasan dana dan prasarana.

Bila Sdr sampai kini belum mendapat panggilan seleksi, karena memang animo perusahaan untuk merekrut tenaga mekanik otomotif/motor masih rendah. Terbukti bila ada permintaan tenaga di bidang tersebut, formasinya hanya 1 atau 2 orang.

Kami juga menawarkan kepada para pengusaha otomotif, bila butuh tenaga kami masih punya stok 56 orang terlatih. Formasi tertinggi jurusan las dan mesin hingga tahun ini mencapai 90 orang.

Namun formasi itu bisa dimanfaatkan atau tidak, juga tergantung pencaker sendiri dalam bersaing.

Kepala BLK Industri Semarang

Drs Edy Dawud MSi

***

Jawaban Astra Honda

Menanggapi surat pembaca Bapak Joko Adi Kurniawan 12 Juni 2006, kami ucapkan terima kasih atas kesetiaannya memakai motor Honda. Mengenai keluhan yang Bapak rasakan, kami persilakan datang ke jaringan AHASS terdekat untuk menemukan solusinya.

Sedang tentang garansi, sesuai ketentuan yang tercantum dalam buku servis, garansi mesin berlaku selama 3 tahun atau 30 ribu km tergantung mana yang dicapai lebih dulu. Untuk rangka dan sistem kelistrikan berlaku 1 tahun atau 10 km tergantung yang lebih dalu dicapai.

Bila ada keluhan tentang produk dan layanan jaringan, mohon disampaikan kepada Honda Customer Care Center/Holimen (Honda Peduli Konsumen) di 0800 11 27872 (bebas pulsa) atau (024) 760 2887.

Yohanes Sancahyohadi

Head Honda Customer Care

Center


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA