logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Juni 2006 SEMARANG
Line

Sebaiknya Mengulang

MESKI dua dari 321 siswa SMAN 1 Ungaran tidak lulus ujian nasional (UN), Kepala Sekolah Dra Dewi Pramuningsih MPd tetap menyikapi hal tersebut dengan bangga. Pasalnya, SMA negeri favorit di ibu kota Kabupaten Semarang itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. ''Tahun pelajaran lalu ada empat murid kami yang tidak lulus, sekarang alhamdulillah hanya dua yang gagal,'' ucapnya seusai acara pelepasan siswa SMA, Selasa (20/6).

Peningkatan prestasi juga ditunjukkan dari jumlah pelajar yang diterima melalui PMDK di sejumlah universitas negeri. Menurut keterangannya, tahun ini ada 66 anak didiknya yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

''Mereka diterima di Undip, Unnes, UNS, IPB, Unsoed Purwokerto, UGM, dan Polines Semarang,'' tuturnya. Dia menyebutkan, tahun lalu hanya 31 siswa yang diterima di PTN melalui daftar nilai rapor sejak kelas I-III SMA tersebut.

Mengulang

Berkaitan dengan masih banyaknya peserta UN yang tidak berhasil dalam ujian tahun ini, dia menganjurkan, sebaiknya mengulang. Akan tetapi persoalannya lanjut dia, masih banyak SMA negeri yang menggunakan Kurikulum 1994.

''Yang sudah menggunakan kurikulum baru atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) baru SMAN 1 Ungaran dan SMAN 1 Ambarawa. Dalam menyikapi siswa yang tidak lulus, pemerintah harus mencari solusi,'' ungkap istri Kepala Unit BRI Babadan Ungaran, Pardiono, itu. Berkaitan dengan adanya usulan solusi ujian persamaan di Kejar Paket C, dia mengatakan, masih ada anggapan kuat bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sekualitas dengan SMA.

Menurut pandangan dia, siswa dengan kurikulum lama akan kesulitan jika diuji dengan materi kurikulum baru. Misalnya untuk Kurikulum 1994, bagi siswa program IPS dan Bahasa tidak memperoleh mata pelajaran Matematika.

''Namun pada Kurikulum 2004 (yang tahun depan digunakan semua SMA-Red) sudah ada mata pelajaran tersebut. Kalau mengulang, mereka tentu kesulitan,'' ungkap Dewi.

Dia menekankan, faktor kelulusan berdasar dari siswa dan tenaga pendidik. Selain itu, pihaknya menjelang UN lebih memfokuskan pada tiga mata pelajaran yang di-UN-kan.

''Dalam waktu dekat saya dan para guru akan melakukan refreshing setelah bergelut mengajar. Kami akan mengadakan outbond di perkebunan teh Tambi, Wonosobo.'' (Rony Yuwono-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA