| Rabu, 21 Juni 2006 | KEDU & DIY |
MENOREHDebu Merapi - Oleh: Awaluddin Setya AjiSAAT ini Gunung Merapi dalam status Awas dan mengeluarkan debu vulkanik yang menyebar ke Muntilan, Magelang, Temanggung, Boyolali, Yogyakarta, bahkan ke berbagai wilayah lain akibat besar letusan, arah, serta kecepatan angin. Debu Merapi yang menyebar menjadi partikel di udara/atmosfer tersebut mengandung-unsur-unsur kimia belerang (sulfur). Pengaruh debu Merapi pada tanaman adalah menimbulkan kerak di permukaan daun. Apabila kerak tersebut tidak bisa hilang oleh air atau penggosokan, akan mengganggu fotosintesis. Gangguan pada fotosintesis itu karena kerak akan menghambat penyerapan sinar matahari dan pertukaran CO2 pada fotosintesis. Ketika terganggu, pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal, produksi menurun, bahkan mati. Beberapa produk pertanian seperti kubis, terong, cabai, tomat, salak, dan tanaman yang menghasilkan buah akan gagal dalam penyerbukan. Produktivitasnya pun menurun. Debu juga akan mengurangi mutu daun tembakau, terutama pada masa munggeli, yaitu daun akan mengeluarkan cairan lengket (mingsri). Rasa daun yang terkena debu akan berbeda sehingga ternak pun tidak mau memakannya. Air yang terkena debu, bila diminum, akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Air yang keruh itu juga bisa mematikan ikan. Debu Merapi masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, mata, atau menempel/iritasi pada kulit. Sifat kimia dari sulfur adalah merusak jaringan kulit dan jaringan selaput lendir mata. Radang hidung, radang tenggorokan, sesak napas, dan radang mata pun dapat terjadi. Solusi 1. Untuk melindungi debu masuk ke saluran pernapasan, pakailah masker saat kita di daerah hujan abu vulkanik. Masker juga untuk melindungi kita dari sisa debu yang masih beterbangan. 2. Pakailah kacamata untuk melindungi mata pedih, gatal, dan iritasi jaringan selaput lendir. 3. Siramlah halaman rumah, tanaman, dan jalan di depan rumah, juga jalan raya oleh pihak yang berwenang, untuk meminimalisasi debu yang beterbangan. 4. Tutupi makanan untuk mencegah debu menempel pada makanan dan masuk ke sistem pencernaan. 5. Pakailah air yang aman, terutama untuk minum. 6. Ketika hujan abu, jangan ajak anak kecil/bayi keluar rumah. 7. Jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kalau memang mampu membuat atau membeli, bagikan masker ke lingkungan sekitar. Awaluddin Setya Aji adalah dosen dan Ketua P3M Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang, YPTD, Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia. |