| Rabu, 21 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Kenaikan Harga Aspal Tak WajarBOROBUDUR - Proyek pengaspalan jalan Pemprov terancam mandek karena harga aspal Pertamina berangsur-angsur naik hingga 205%. Sampai sekarang tidak ada jaminan kenaikan harga akan berhenti. Sekretaris DPD Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Jateng Ir Djoko Triwarno mengemukakan, masalah kenaikan harga aspal dan BBM industri sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Bina Marga Jateng. "Sementara itu harga BBM industri dari Januari sampai 31 Maret lalu naik 27%," ujarnya ketika dihubungi per telepon, kemarin. Dalam suratnya kepada Kepala Dinas Bina Marga, Ketua DPD AABI Jateng Ir Suyatno MM mengungkapkan, harga aspal Pertamina sejak 10 Februari naik 22,2%. Kemudian 2 Maret naik lagi 14,3%. Per 29 Maret naik 18,5%. Terus, 1 Juni naik 24,2%. "Kenaikan harga aspal dan BBM sudah malampaui risiko yang telah kami perhitungkan. Kenaikan harga tersebut sudah malampaui batas kewajaran untuk pelaksanaan kontrak tahun tunggal," tandasnya. Untuk kontrak lebih dari satu tahun anggaran, dia menganggapnya tidak terlalu menjadi beban karena eskalasi. Menurut pandangan dia, kekhawatiran para penyedia jasa karena tak ada jaminan harga aspal tidak naik lagi pada bulan-bulan mendatang. "Informasi lisan dari agen aspal Pertamina, akan ada pengurangan jatah delivery order (DO) aspal yang telah dibayar agen. Namun, hal itu dibantah Pertamina dalam pertemuan beberapa waktu lalu," katanya. Direktur PT Armada Hada Graha Magelang Ir Hendro Djoenarko mengutarakan, kerugian kontraktor jalan mencapai Rp 250.000/ton aspal hotmix. (pr-39j) |