| Rabu, 21 Juni 2006 | KEDU & DIY |
SMAN Bandongan Peringkat I dalam Pelajaran EkonomiBISA lulus ujian nasional (UN) 100% merupakan sesuatu yang istimewa bagi SMA Negeri Bandongan, Kabupaten Magelang. Kegembiraan para siswa mewarnai pengumuman Senin (19/6) lalu. Mereka tak menyangka, ujung perjuangan selama ini bisa sedahsyat itu. Mereka pun bersujud syukur di musala sekolah di lereng Gunung Sumbing itu. Tak ada aksi corat-coret seperti siswa-siswa sekolah lain. Apalagi konvoi. Maklum, tingkat sosial-ekonomi orang tua siswa rata-rata menengah ke bawah. "Meski demikian, mereka mampu meraih nilai yang prestisius," kata Kepala SMAN Bandongan, Slamet Suprihanto SPd, kemarin. Pada 2005/2006 ini akumulasi nilai terendah siswa bisa mencapai 21,11.Nilai rata-rata ujian Bahasa Indonesia 8,40, Bahasa Inggris 8,73, Matematika 7,71, dan Ekonomi 7,69. "Nilai mata pelajaran Ekonomi peringkat 1 Kabupaten Magelang, sedangkan Bahasa Inggris peringkat 2 atau peringkat 67 tingkat Jateng," tuturnya. Peningkatan prestasi itu berkat belajar yang lebih intensif dan memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal. Para siswa masuk sekolah pukul 06.00. Ada yang ke perpustakaan atau mengaji di musala. Guru Muda Para siswa diajar oleh guru-guru muda yang memiliki semangat tinggi untuk memperbaiki kualitas hasil ujian, dengan memberikan les mulai pukul 14.00 selama dua jam. "Kebetulan pula banyak guru di sini menjadi tentor di lembaga pendidikan kursus beken," katanya didampingi Miskiyah, Kepala Urusan Tata Usaha. Yang memotivasi para guru adalah transparansi manajemen pembelajaran dan keuangan. Ada Tim Daltu (Pengandali Mutu) yang memiliki otonomi khusus. Tim itu di bawah langsung Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Setiyana SPd. Pembayaran sekolah di pelosok desa itu melalui bank. Bank yang ditunjuk adalah BPR Bapas 69, yang memiliki pos di setiap kecamatan. (Tuhu Prihantoro-66) |