logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Wonosobo Susun Buku Instrumen

WONOSOBO - Bupati Drs HA Kholiq Arif mengemukakan, dalam upaya meningkatkan akuntabilitas aparatur pemerintah dan keterbentukan tata kepemerintahan yang baik telah disusun sejumlah buku instrumen laporan.

Ketika menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir 2005 dalam sidang paripurna DPRD, kemarin, Bupati menegaskan, upaya itu diikuti dengan upaya peningkatan pengawasan yang bersifat reguler ataupun kasuistis.

Melalui kegiatan tersebut, aparat Pemkab yang melanggar peraturan perundangan tentang keuangan negara adalah 316 orang atau 3,95% dari jumlah pegawai. Pelanggaran itu meningkat 2,3% dari 2004. Tidak disebutkan jumlah kerugian negara akibat pelanggaran tersebut.

Mengenai pembangunan kehidupan beragama di daerah pegunungan itu, di menyebutnya sangat baik. Kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam beramal untuk mengurangi kesenjangan sosial juga tinggi.

Dia mengungkapkan, dalam pengumpulan amal lewat Yakaumi dapat terkumpul Rp 87,7 juta, Badan Amal Zakat (BAZ) Rp 201,3 juta, dana kolekte Rp 24,5 juta, dana Punia Rp 9,2 juta, dan Paramita Rp 6 juta.

Menyoroti masalah penyakit TBC, pada masa datang senantiasa diusahakan peningkatan cakupan penemuan kasus TBC BTA positif. Dengan demikian, semua penderita TBC dapat memperoleh pengobatan gratis paripurna dan sembuh. Peningkatan cakupan diakui menjadi sangat berarti karena penyakit TBC relatif potensial berkembang di daerah pegunungan itu.

Putus Sekolah

Di bidang pendidikan, antara lain permasalahan krusial di daerah itu adalah tingginya angka putus sekolah dan buta aksara. Untuk menghindari anak putus sekolah dan upaya pemberantasan buta huruf (PBH) serta memberi kesempatan kepada orang dewasa yang tidak mengenyam pendidikan setingkat SMP, mereka bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Kejar Paket B dan C, penyelenggaraan PBH, serta pelaksanaan lomba pendidikan luar sekolah (PLS).

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, delapan orang dikirim untuk mengikuti tugas belajar program/jenjang S-2 dan 30 orang S-1. Selain itu juga dilaksanakan berbagai jenis pendidikan dan pelatihan.

Pada kesempatan itu, Kholiq berharap, indeks pembangunan manusia (IPM) atau angka kesejahteraan masyarakat di daerahnya, pada 2010 bisa 72. Dia menyebutkan, angka IPM 2004 adalah 66,9. Pada 2005, IPM Kabupaten Wonosobo meningkat menjadi 68,2. (P55-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA