| Rabu, 21 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Asas Pemerataan Warnai Pembagian SLTPURWOREJO - Kendati ada ketentuan larangan memotong dana sumbangan langsung tunai (SLT), ternyata tindakan penyunatan tetap terjadi. Aksi pemotongan itu rata-rata dengan alasan untuk diberikan kepada warga miskin yang tidak menerimanya. Hasil pemantauan di Kecamatan Kemiri, ada salah satu desa yang potongan SLT-nya Rp 150.000/orang. Dengan demikian, tiap penerima resmi hanya mendapatkan Rp 150.000. Beberapa warga desa tersebut yang ditemui kemarin mengaku sebenarnya keberatan dipotong. Namun karena tindakan itu atas hasil musyawarah desa, mereka akhirnya bisa menerima. Warga lain, ketika ditemui di Kantor Pos Kemiri Senin lalu juga membenarkan adanya pemotongan dana SLT Rp 150.000. Caranya, setelah mengambil uang dari kantor pos mereka diminta menyetorkan uang potongan ke balai desa. ''Jan-jane nek dipotong nggih mboten cukup kangge nutup kebutuhan. Tapi nggih pripun malih (Sebenarnya kalau dipotong tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan tetapi mau bagaimana lagi),'' tutur Sariman (50). Rapel Kepala Kantor Pos Kemiri Maryanto menginformasikan, jumlah penerima lama SLT di wilayah itu 3.097 orang. Sementara itu, penerima susulan 1.497 orang. Secara resmi masing-masing menerima jatah Rp 300.000 dan yang tergabung dalam data susulan menerima Rp 600.000 karena rapel dengan jatah sebelumnya. Pencairan SLT periode sekarang ini dilayani 13-21 Juni. Untuk memberikan toleransi waktu bagi penerima yang terlambat mencairkan, masih tetap akan dilayani hingga 22 Juni. Menurut keterangan Maryanto, hingga kemarin tidak ada komplain apa pun dari warga. Plh Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DKSPM) Dra Woro Widyawati, ketika diminta tanggapan soal penyunatan dana SLT tidak berani berkomentar. Dengan alasan, karena saat ini Bupati Kelik Sumrahadi memberlakukan kebijakan satu pintu. Keterangan pers hanya boleh diberikan Badan Informasi dan Komunikasi (Bikom). Sementara itu, Kepala Bikom Drs H Harnudin Burhan MM kemarin tidak dapat dihubungi. Stafnya, Aspiyatun, menginformasikan, hingga kemarin belum ada pengaduan soal pemotongan SLT. Kalau ada pemotongan atau masalah lain, baru akan ditangani jika ada pengaduan resmi. (yon-39j) |