| Rabu, 21 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Pameran Lukisan untuk Korban GempaYOGYAKARTA - Untuk membantu kalangan seniman dan budayawan yang rumahnya runtuh akibat gempa bumi, seniman lukis berbakat F Lukito selama 15 hari menggelar pameran tunggal di Posnya Seni Godod Jalan Suryodiningratan MJ II/641. Dalam pameran itu, pelukis tersebut menggelar 30 lukisan terbarunya. Godod Sutedjo menuturkan, pameran itu digelar untuk membantu para seniman dan budayawan yang rumahnya runtuh akibat gempa di Yogyakarta. ''Dari hasil pameran ini, 50% disumbangkan kepada mereka,'' ujar Godod Sutedjo kepada wartawan di rumah F Lukito, Perumahan Nandan Griya Idaman, Yogyakarta, kemarin. Autodidak ''Selama ini saya autodidak, semua pengetahuan tentang seni kami peroleh dari buku-buku yang saya punyai,'' ungkap Lukito yang mengaku menekuni dunia seni lukis pada 1998. Sebelumnya, dia bekerja di sebuah perusahaan pengeboran minyak di Pekanbaru, Sumatra. Pameran tunggal dengan tema ''We Are One'' (Kita Adalah Satu), ungkap Godod, sepertinya dalam pameran itu Lukito ingin berusaha menyebarkan tentang kehidupan yang digambar dalam enam lukisan. Gambaran lukisan pertama mengenai keindahan gunung dan panorama alam yang diberi judul ''The Beginning''. Lainnya antara lain ''Adam and Eva'' dan ''We Are One''. Yang jelas, keenam lukisan itu dijelaskan dengan bahasa kanvas yang indah dan mengagumkan. ''Belum lukisan lainnya,'' ucap Godod. ''We Are One'', lanjutnya, adalah suatu lukisan sequel tentang kehidupan manusia dari penciptaan hingga masa kini dan yang akan datang. Lukisan ini dibuat berangkat dari keprihatinan pelukis terhadap kehidupan manusia yang terus-menerus keluar dan menjauhi jalan yang telah ditetapkan Sang Maha Pencipta. Misalnya perang, terorisme, penindasan, ketidakadilan dari manusia ke manusia. Suasana demikian itu, membuat kehidupan ini menjadi tidak nyaman. ''Barangkali gempa yang terjadi ini juga karena kesalahan kita,'' ujarnya sambil menunjukkan lukisan ''Dunia Makin Tua''. (sgt-39j) |