| Rabu, 21 Juni 2006 | BANYUMAS |
Pengusaha Batu Terkendala PemolesBANJARNEGARA - Kalangan pengusaha batu alam di Banjarnegara kini masih kesulitan mengembangkan produknya, terutama untuk jenis batu granit. Untuk bisa menghasilkan produk jadi, mereka masih harus ke luar kota untuk bisa memoles batu granit produk mereka. "Dari 13 pengusaha batu alam yang tergabung dalam Koperasi Pualam Mandiri, semuanya belum mempunyai mesin pemoles batu granit. Bahkan, mesin ini juga belum ada di Banjarnegara yang mempunyai deposit batu alam cukup besar," papar Dwi Imam Budiarto, anggota Badan Penasihat Koperasi Pualam Mandiri. Akibatnya, lanjut dia, biaya produksi menjadi membengkak. Jika sudah demikian maka dari sisi harga sulit sekali untuk bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. Meskipun secara kualitas, tak jauh berbeda. Dia mengungkapkan, selain batu granit, berbagai jenis batuan alam yang ada di Banjarnegara juga sudah banyak yang mulai dimanfaatkan. Di antaranya batu lempeng dan breksi. Adapun daerah penggaliannya ada di Kecamatan Banjarmangu, Kecamatan Kalibening, dan Kecamatan Pejawaran. "Selama ini kami baru bisa menghasilkan produk setengah jadi dan masih butuh proses pemolesan. Jika akan memoles granit kami harus mengirimnya ke daerah Baseh, Banyumas. Karena jarak yang jauh inilah maka biaya produksinya membengkak," tuturnya. Minim Perhatian Harga granit per meter setelah dipoles, lanjut dia, mampu naik sampai dengan 100%. Jika dalam keadaan setengah jadi harga per meternya hanya Rp 70.000 maka setelah dipoles bisa sampai Rp 140.000. "Orang yang menggantungkan hidup dari batu di Banjarnegara ini jumlahnya ratusan. Baik yang memanfaatkan untuk produk setengah jadi, produk jadi maupun yang memanfaatkan limbah (remukan-Red) batu, untuk batu cor beton. Namun sayangnya perhatian pemerintah pada bidang ini masih minim," ungkapnya. Dia menyarankan, jika perusahaan daerah (perusda) pertambangan masih ingin memberi kontribusi kepada masyarakat maka sebaiknya mendatangkan mesin pemoles saja. Hal ini akan lebih bermanfaat ketimbang menjadi kompetitor pengusaha lokal yang ada. Mesin tersebut, menurut dia, justru akan sangat membantu pengusaha batu alam lokal mengembangkan usahanya. (H25-36v) |