| Selasa, 20 Juni 2006 | SALA |
1.232 Siswa SLTA Tidak Lulus
SOLO-Sebanyak 1.232 dari 15.165 siswa SLTA peserta ujian nasional di Solo dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman serentak, kemarin. Mereka terdiri atas 488 siswa SMA (dari total peserta 7.086 orang), 700 siswa SMK (dari total peserta 7.416 orang), dan 44 siswa MA (dari total 663 peserta). Jumlah itu menunjukkan peningkatan prestasi dan kuantitas lulusan SLTA di Solo. Kasubdin Bina Program pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Surakarta Drs Tridjono mengatakan siswa yang tak lulus tahun lalu mencapai 3.172 dari seluruh peserta sebanyak 15.026. "Selain kuantitas, berarti ada peningkatan prestasi karena standar kelulusan saat ini nilai minimal 4,26 dan rata-rata minimal 4,51. Justru standar itu memotivasi para siswa, orang tua, dan sekolah untuk benar-benar siap menghadapi ujian nasional," tutur Drs Amsori SH MM, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Namun jumlah siswa tak lulus itu diperkirakan berkurang karena nilai para peserta tunggakan (mengulang ujian karena tahun lalu tidak lulus) belum dipadukan dengan nilai hasil ujian nasional mereka tahun lalu. Itu terkait ketentuan dengan ketentuan nilai terbaik ujian nasional yang digunakan untuk menentukan kelulusan. "Kalau ada siswa yang mengulang, misalnya karena dulu hasil ujian matematikanya tidak mencapai 4,26 tapi nilai bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya lulus, kemudian pada ujian nasional tahun ini nilai matematikanya bagus berarti dia lulus karena yang diambil nilai terbaik," jelasnya. Pihaknya mengecek peserta ujian yang statusnya mengulang. Siswa yang tak lulus tahun lalu dan terdaftar menjadi peserta ujian nasional tahun ini sekitar 200 orang. Namun dalam praktiknya diperkirakan tidak lebih dari separo yang benar-benar mengikuti ujian lagi. Seratus Persen Sementara itu tercatat ada sembilan sekolah yang siswanya lulus 100%. Perinciannya, lanjut Tridjono, dari 41 SMA negeri/swasta ada dua sekolah yang seluruh siswanya lulus, yakni SMAN 5 (364 siswa) dan SMA 7 (335 siswa). Dari 42 SMK ada lima sekolah yang seluruh siswanya lulus, yakni SMKN 6 (302 siswa), SMK Tunas Pembangunan 1 (50 siswa), SMK Muhammadiyah 2 (97 siswa), SMK Jaya Wisata (33 siswa), dan SMK Farmasi Nasional (106 siswa). "Selain itu, ada dua dari tujuh Madrasah Aliyah (MA) yang siswanya lulus seratus persen, yakni MAN 2 (187 siswa) dan MA Al Abidin (18 siswa)," paparnya. Kepala SMAN 7 Drs Edy Pudyanto menyatakan bangga atas prestasi siswanya yang seluruhnya lulus ujian. "Untuk mencegah agar tidak ikut arak-arakan mereka kami kumpulkan dan diberi pengarahan hingga lepas siang hari," ujarnya.(D11-27) |