| Selasa, 20 Juni 2006 | PANTURA |
Penderita TB Setiap Tahun MeningkatBATANG - Jumlah penderita tuberkulosis (TB) di Batang setiap tahun meningkat. Tahun 2001 tercatat 150 penderita, namun tahun 2005 sudah mencapai 651 orang. Peningkatan itu diiketahui, setelah kebijakan Bupati Bambang Bintoro berobat gratis di Puskesmas, banyak masyarakat yang memeriksakan kesehatannya. Sampai Mei ini, Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) sudah menemukan 236 kasus TB menular. Karena itu, semakin meningkatnya penderita, diperlukan dukungan pemerintah daerah dalam mengatasinya. ''Faktor lain, meningkatnya penderita penyakit yang menyerang paru-paru serta keterlibatan pengelola TB tingkat kabupaten, yang selalu turun di Puskesmas untuk membina para petugas. Tapi, yang jelas diketahuinya, peningkatan itu karena ada program berobat gratis, sehingga kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya ikut meningkat,'' ujar Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM-PL) Dinkessos, H Ariebowo SKM, MKes. Penegasan itu disampaikan di sela-sela pertemuan monitoring TB tingkat kabupaten, yang berlangsung di aula Dinkessos Sabtu, lalu. Acara diikuti dokter dari puskesmas dan rumah sakit, para medis pengelola TB, dan petugas laboratorium, masing-masing 22 orang. Peran Bidan H Ariebowo mengatakan, penanganan kasus tersebut melibatkan peran bidan desa dalam membantu program TB. Dia menjelaskan, TB merupakan penyebab kematian urutan ketiga setelah jantung dan saluran pernafasan, sedangkan Indonesia menempati urutan ketiga jumlah penderita, setelah India dan RRC. ''Di Provinsi Jateng, Kabupaten Batang menempati urutan ke-6 dari 35 kabupaten/kota. Tahun 2004 berada di urutan 10, karena belum ada program berobat gratis, sehingga jarang yang berobat,'' urainya. Richadi menambahkan, selama ini, penderita yang sudah diobati dan sembuh mencapai 94 persen. Hal itu menunjukkan, sebenarnya masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk memeriksakan kesehatannya. ''Untuk itu, dengan pertemuan itu, dapat mendorong kinerja petugas, sehingga program penanggulangan TB berjalan dengan baik,'' tuturnya. (ar-29h) |