| Selasa, 20 Juni 2006 | PANTURA |
Lompatan Peningkatan Prestasi SekolahPEKALONGAN - Prestasi kelulusan siswa SMA Negeri 2 Kota Pekalongan dalam ujian nasional (UN) tahun ini meningkat drastis. ''Kalau tahun lalu pada ujian tahap pertama dari 266 peserta yang dinyatakan tidak lulus 47 anak, kini dari 259 peserta hanya dua anak yang tidak lulus. Ini merupakan prestasi membanggakan,'' kata Kepala SMA Negeri 2 Pekalongan Dra Maryunah, kemarin. Ditemui Suara Merdeka seusai mengumumkan kelulusan UN di sekolahnya, Maryunah didampingi wakilnya, Drs CA Mahardika, mengaku bersyukur karena hasil kelulusan itu merupakan lompatan peningkatan prestasi di sekolahnya. Namun dia mengakui, kesuksesan itu karena kerja keras guru yang bersedia memberikan pelajaran tambahan dengan membahas soal-soal. ''Kita tahu, yang masuk ke SMA 2 itu siswa dari SMP yang nilai ebtanasnya lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang masuk ke SMA 1 dan SMA 3. Namun melalui proses pendidikan yang baik, hasilnya bisa maksimal,'' ujarnya. Yang lebih membanggakan, sekolahnya kini juga mendapatkan kepercayaan dari beberapa perguruan tinggi negeri untuk menerima beberapa siswanya tanpa tes. Sampai kini, untuk sementara sudah tercatat 65 siswa yang diterima di PTN tanpa tes. Antara lain diterima di UI Jakarta, Undip, Unnes, UNY, Unsoed, dan IPB. Jumlahnya pun meningkat dibanding dengan tahun lalu yang hanya 56 siswa. ''Hasil itu akan dapat mengubah citra SMA yang beralamatkan di Jl Kusuma Bangsa ini ke arah lebih baik. Bahkan dalam tahun ini, siswa kami juga menjadi peserta Olimpiade tingkat Jateng untuk jurusan Ekonomi Akuntansi,'' katanya. Humas SMAN 1 Edi Susanto yang dihubungi mengatakan, dari 316 peserta UN, yang dinyatakan tidak lulus hanya tujuh anak, semuanya dari IPA. Penyebabnya, saat mengerjakan, beberapa siswa sempat histeris dan mentalnya turun sehingga membuat nilainya jatuh. Selain itu, siswa kelas III yang mengikuti ujian kali ini sudah dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sehingga materi pelajarannya berbeda dengan yang belum menggunakan KBK. Akibatnya, ada beberapa anak yang tidak lulus. Yang paling sukses adalah SMAN 3 Pekalongan. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Triyuliraharjo, dari 227 peserta UN, semuanya lulus. Tahun lalu, ada empat anak tidak lulus, namun setelah mengulang baru lulus. Kepala SMAN 4 Drs Suroso mengatakan, dari 288 peserta, ternyata masih ada 10 anak yang tak lulus. Karena itu, mereka akan mengulang lagi untuk tahun berikutnya. (A15,H4-54n) |