logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 OLAHRAGA
Line

PSIS Tak Ladeni Permainan Keras PSMS

SEMARANG- PSIS tidak akan meladeni permainan keras PSMS Medan di pertandingan lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia (KLDI) 2006 di Stadion Teladan Medan, sore ini.

Pelatih Bonggo Pribadi menginstruksikan Emmanuel de Porras cs bermain aman. Maksudnya, para pemain agar menghindari benturan dan tekling keras pemain berjuluk Ayam Kinantan itu. Caranya, bermain sederhana dari kaki ke kaki dan tidak terlalu lama membawa bola.

''Kami bukannya takut dan mengalah. Sebaliknya, tetap fight tapi menghindari cedera. Bagaimana pun kami harus berpikir ke depan, yaitu babak '8 Besar,'' kata Bonggo.

Mantan kapten PSIS itu tidak memungkiri jika PSMS akan bermain lebih ngotot untuk memenangkan pertandingan. Bahkan, bukan tidak mungkin permainan keras akan diperlihatkan Mahyadi Panggabean cs di laga tersebut.

Hal itu mengingat pertandingan lawan tim Mahesa Jenar ini sangat menentukan nasib mereka untuk menuju ke babak '8 Besar'.

''Mereka (PSMS) akan menggunakan segala cara untuk memenangkan pertandingan ini. Kami tidak ingin beresiko dengan meladeni permainan keras mereka. Itu akan merugikan kami. Lebih baik bermain tenang dan lepas,'' tandasnya.

Salah satu upaya untuk menghindari cedera, rencananya Bonggo tidak akan menurunkan komposisi full team. Beberapa pemain yang jarang dimainkan atau lini kedua lah yang akan diturunkan. Hal itu juga sebagai persiapan menghadapi babak '8 Besar' yakni membiasakan pemain lapis kedua tampil di partai utama.

''Hingga saat ini saya belum menentukan komposisi pemain. Tapi, sepertinya akan saya rotasi. Saya yakin pemain tetap akan fight. Kami tidak ingin dipermalukan PSMS dengan gol segudang,'' tegasnya.

Batal di Jatidiri

Sementara itu, Keinginan PSIS untuk menjadi tuan rumah babak delapan besar Wilayah I tidak kesampaian.

Kondisi lapangan Stadion Jatidiri yang kurang memenuhi kriteria, membuat Badan Liga Indonesia (BLI) rencananya mengalihkan babak tersebut ke Stadion Manahan Solo.

Keputusan BLI tersebut bisa diterima manajemen meskipun dengan sedikit kecewa. (H13-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA