logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 OLAHRAGA
Line

Trinidad Memburu Mimpi

STUTTGART- Trinidad dan Tobago telah memperoleh pujian atas penampilan mereka yang penuh semangat saat melawan Inggris dan Swedia. Tetapi tim Soca Warriors itu tidak merasa cukup hanya dengan pujian. Mereka kini ingin mengubah semangat berapi-api menjadi poin-poin tambahan agar bisa tetap berada di ajang Piala Dunia.

Para pemain asal kepulauan Karibia itu, yang bertanding imbang 0-0 lawan Swedia dan memberi Inggris kekhawatiran sebelum kalah 0-2, masih memiliki peluang -meski kecil- untuk lolos ke babak kedua. Syaratnya, mereka dapat mengalahkan dengan telak Paraguay yang tidak memiliki poin sama sekali dalam pertandingan terakhir Grup B.

Jika Trinidad mengalahkan Paraguay di Kaiserslautern dan Swedia kalah dari Inggris di Cologne, tempat kedua akan ditetapkan melalui selisih gol. Kapten Trinidad&Tobago, Dwight Yorke, optimistis timnya bisa menang.

"Saya yakin mereka (Inggris) akan melakukannya dan mengalahkan Swedia untuk kami. Kini kami harus menyelesaikan dengan hasil gemilang pertandingan melawan Paraguay," ujarnya.

Pelatih Leo Beenhakker telah menerima kabar baik mengenai cedera kiper Kelvin Jack, yang tidak bermain dalam dua pertandingan pertama karena harus memulihkan diri. Jack sudah bisa bertanding kembali, sementara bek Avery John juga sudah kembali dari hukuman kartu merah setelah melakukan pelanggaran saat melawan Swedia. Bek Cyd Gray tidak dapat main karena cedera saat melawan Inggris.

Paraguay kini tidak memiliki apapun selain kebanggaan atas kecerdikan teknis. Mereka kalah beruntun 0-1, masing-masing dari Inggris dan Swedia.

Melawan Trinidad, hanya gengsi yang mereka pertaruhkan, agar tidak berakhir di posisi paling buruk di Grup B.

Pelatih Paraguay Anibal Ruiz sudah pasti telah kehilangan harapan. Namun Ruiz, yang kontraknya dengan Paraguay habis seusai Piala Dunia, tetap akan memasang tim terkuatnya menghadapi Trinidad. Kapten Paraguay Carlos Gamarra (35) akan melakukan pertandingan ke-110 bersama timnya, sekaligus memainkan partai perpisahan.

Gamarra telah mengumumkan pengunduran dirinya, dan dia sangat ingin kariernya berakhir manis, setidaknya dengan sebuah kemenangan. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA