logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggapan PT Taspen

Memperhatikan tulisan Sdr Darmadi Kendawa RT 6/RW 2 Jatibarang, Brebes di Surat Pembaca 12 Juni 2006, kami jelaskan sbb: Penerima pensiun Golongan IF bintara anggota TNI/Polri beserta janda/duda, yatim/piatu termasuk orang tua, terdapat kekeliruan dalam tabel pada PP 69 tahun 2005 dan PP 14 tahun 2006.

Terhadap kekeliruan dan kekurangan pembayaran rapel penyesuaian pensiun pokok dari Januari 2006 s.d Mei 2006, telah diperbaiki serta kekurangan rapel dibayarkan lewat pembayaran pensiun bulan Juni 2006.

Bila masih ada ingin penjelasan lebih lengkap, dapat menyampaikan dengan melampiri fotokopi Karip ke PT Taspen (Persero) cabang Jl Kurinci 6 Pekalongan.

Kabid Personalia dan Umum

Amiruddin

***

Citra Negatif dari

Wisata Bencana

Dengan adanya bencana alam di Yogya, Klaten dan sekitarnya, berduyun-duyun pula masyarakat datang untuk menonton. Memang kebiasaan manusia ingin tahu, ada bencana ingin nonton, ada tabrakan ingin nonton, ada kebakaran ingin nonton dan seterusnya.

Mereka tidak merasa kedatangannya justru membuat repot dan resah korban maupun petugas yang ada. Kegiatan menonton musibah dinilai negatif. Untuk mengubah cap negatif tersebut, ada baiknya para pengunjung justru diharapkan datang dengan anak-anak sambil membawa sumbangan.

Entah hanya mie instan atau membawa buku tulis untuk dibagikan pada anak-anak yang berseliweran di jalan. Hal ini justru sangat positif bila dibagikan bersama oleh anak-anak pengunjung sekaligus melatih jiwa kedermawanan dan turut merasakan penderitaan orang lain.

Penderitaan para korban bencana alam masih lama, sekolah masih berantakan, bahan pangan masih dibutuhkan jangka panjang dan bantuan dari luar Yogya/Klaten masih amat dibutuhkan.

H Erlangga Chandra

Ngalian Rt 8/Rw 2 Bendan

Banyudono, Boyolali

***

Soal SPBU 4459103

Pengelola SPBU 4459103 Pati mengucapkan terima kasih atas imbauan yang dimuat di Surat Pembaca14 juni 2006, sekaligus minta maaf atas kelalaian kami. Selaku pengelola, kami tidak kurang-kurangnya memberikan pengarahan kepada operator untuk melayani dengan baik agar tidak ada konsumen yang merasa dirugikan. Atas kejadian itu, kami mohon masyarakat melaporkan bila ada persoalan menyangkut pelayanan kami di (0295) 382448.

SPBU 4459103 Wedarijaksa Pati

Anang Yulianto

***

Soal Poin Indomaret

Surat Pembaca saya 8 Juni 2006 tentang penukaran poin Indomaret Jl Abdurahman Saleh Semarang telah ditanggapi dan diselesaikan dengan baik oleh manajemen (Bapak Johan SPV Area) yang minta maaf atas kejadian tersebut.

Untuk ke depan saya sarankan manajemen dapat memberikan hot line yang dapat dihubungi pelanggan bila ada keluhan, syukur diselesaikan saat itu juga. Semoga selalu menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan bisnisnya guna kepuasan pelanggan.

Suprayogi Sumarkan

Jl Gemah Permai Blok F/12, Semarang

***

Copet di Rumah Makan

Ternyata makan di rumah makan belum tentu aman. Beberapa waktu lalu sekitar pukul 12.00 saya sekeluarga makan di RM Bakso ''Rahayu'', sebelah Apac Inti, Bawen. Kami duduk di posisi agak ke dalam dua meja depan sudah diisi tamu yang sedang asyik makan.

Tiba-tiba salah satu tamu yang duduk di meja paling depan menyerobot tas istri saya yang diletakkan di kursi di belakang punggungnya. Secara refleks saya bangkit dan mengejarnya sambil berteriak maling... Ternyata di depan pintu rumah makan telah siap temannya di atas motor dengan mesin dalam keadaan hidup.

Mereka langsung tancap gas. Saya berusaha mengejar naik mobil tapi sia-sia karena situasi lalu lintas saat itu cukup padat. Saya kecewa, ternyata makan di dalam rumah makan pun tetap tidak aman. Masih saja ada copet/tukang jambret.

Lebih-lebih lagi pihak RM sama sekali tidak memberikan reaksi dan ekspresi apa pun terhadap peristiwa ini. Kami imbau para pembaca hati-hati bila makan di tempat umum sekali pun di dalam rumah makan.

Deddy Kurniawan W

Jl Petelan Tnh 863, Semarang

***

Paguyuban Penulis

SP Suara Merdeka

Minggu 18 Juni 2006, berkumpul 35 penulis surat pembaca Harian Suara Merdeka di Bapelkes Jl Pahlawan 1 Semarang. Mereka selain dari Semarang juga ada yang datang dari Kebumen, Tegal, Magelang, Kendal dan lainnya. Semua yang hadir mengacungkan jempol kepada beliau yang punya ide tersebut.

Dalam pertemuan itu, banyak hal positif dapat dipetik hadirin, saling berkenalan sampai berbagi pengalaman yang disampaikan semua peserta maupun ide-ide yang muncul. Tak kalah pentingnya penjelasan pengelola rubrik ini yang menyangkut persyaratan agar surat pembaca dapat diterbitkan, mengingat surat yang masuk setiap harinya sekitar 25 buah, padahal kolom yang tersedia hanya cukup untuk sekitar 5 - 5 surat.

Surat pembaca ini memang merupakan tulisan yang luar biasa menarik, yang menurut saya, sebagai ajang pendidikan politik masyarakat secara murah serta efektif. Menurut Pak Sudjarwo salah seorang hobiis rubrik ini, penulis surat pembaca adalah orang yang paling kaya, rela berkorban untuk meluruskan hal-hal yang tidak pas, bisa berbagi pengalaman/ilmu pengetahuan agar masyarakat mendapat manfaat.

Padahal para penulis ini tanpa mendapatkan imbalan apa pun. Pertemuan ke-2 rencananya diadakan minggu ke-4 bulan Juli 2006 di kediaman Bapak Parmanto, Jl Meranti Raya 301 Banyumanik, Semarang.

Soeyono SH CN

Jl Kruing Barat Dlm I/93, Semarang

***

Perbaikan Longsor

Sungai Beringin

Kepada DPRD dan Wali Kota Kota Semarang, bencana longsor Sungai Beringin di RW 13 Wonosari. Ngaliyan 27 Januari 2006 dan longsor susulan 5 Mei 2006 mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana. Bantaran sungai di RT 1 s.d RT 4 terkikis habis sepanjang 300 meter termasuk tanah warga.

Jalan paving dari RT l s.d RT 3 ambrol sepanjang 150 meter, jalan dari RT 1 s.d RT 4 terputus. Sebagian tanah RT 4 dan RT 3 ambles sepanjang 75 meter dengan kedalaman 1 meter. Ada penggerusan dan retakan tanah memanjang di lokasi RT 1, 2, 3 dan RT4. Setiap hujan, warga sekitar cemas tidak bisa tidur.

Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, dipastikan akan terjadi longsor lebih besar dan sedikitnya 4 rumah warga akan roboh terbawa air sungai. Untuk memperbaiki kerusakan diperkirakan menelan biaya ratusan juta rupiah. Warga telah mengajukan proposal ke Pemkot serta menemui Komisi C, namun belurn ada tanggapan.

Satu-satunya jawaban Pemkot/DPRD adalah, dana untuk menangani bencana Sungai Beringin belum dianggaikan dalam APBD dan akan dianggarkan dalam perubahan APBD Agustus - September 2006. Kalau demikian, lantas kapan perbaikan dilakukan?.

Apalagi yang harus diiakukan warga agar bencana ini segera ditangani, apakah harus mengajukan proposal susulan. Suara Merdeka dan Seputar Semarang kapan meliput ? Jadilah Suara Warga, jangan hanya jadi Suara Mereka.

Abdul H

Griya Beringan Asri B/48, Semarang

***

Untuk PT KA

Pada 3 Juni 2006 saya sekeluarga ke Bekasi naik KA Fajar Utama dari stasiun Tawang Semarang. Pada pemeriksaan tiket pertama (Semarang-Cirebon) kami lancar namun pada pemeriksaan tiket kedua (Cirebon-Jakarta) muncul masalah karena anak saya yang berumur 4 tahun harus dibelikan tiket Rp 60.000 tanpa tanda terima.

Saya ingin memberi saran, PT KA sebagai perusahaan milik negara seharusnya lebih bijak dalam memberlakukan tiket untuk anak-anak. Kami kira selama anak belum memerlukan tempat tersendiri tidak harus bertiket. Padahal bus eksekutif milik swasta saja masih memberlakukan istilah anak dengan kepantasan atau paling tidak umur 5 tahun ke atas.

Kami yakin semua pengguna berharap PT KA akan lebih baik bila dibanding pelayanan swasta. Semoga menjadi bahan renungan bagi pengambil keputusan di PT KA.

Purnomo SH

Mijen Permai B 28, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA