| Selasa, 20 Juni 2006 | WACANA |
TAJUK RENCANAMalang Benar Nasib Transmigran- 49 keluarga transmigran asal Jawa Tengah terkatung-katung di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Nasib mereka tidak jelas, lantaran lahan yang digarapnya terlanda banjir, dan ada persoalan dengan penduduk setempat. Semakin mengenaskan ketika mereka juga diusir dari Transito Lepo-Lepo. Kasus itu berarti mengulangi beberapa kasus serupa sebelumnya di beberapa wilayah di luar Jawa. Ketika GAM masih merajalela di Aceh, para transmigran dari Jawa juga mengalami nasib serupa. - Kita kembali ke belakang sejenak, menyangkut tujuan transmigrasi. Dulu, program itu ditujukan selain untuk mengurangi kepadatan penduduk dan mengurangi kemiskinan, juga mungkin ada agenda-agenda yang bersifat politik, terutama menyangkut kestabilan wilayah. Banyak kisah sukses, tetapi banyak juga kegagalan yang terjadi. Para transmigran yang tidak memiliki keterampilan cukup tetapi memiliki ketangguhan mental, ternyata juga bisa bertahan bahkan berkembang. Sebaliknya, yang terampil tetapi mental tidak kokoh, juga tumbang. - Orang Jawa menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air, menjadi petani dan pedagang yang tangguh. Perilaku hemat yang dimiliki orang Jawa ketika berada di perantauan, sangat membantu proses meraih kesuksesan. Perilaku itu mendapatkan kemasan yang sangat pas lewat filosofi tuna sathak bathi sanak, sehingga sepanjang tidak terlalu merugi tetapi sanak saudara bertambah di perantauan merupakan berkah tak ternilai. Maka, dengan mudah sekali kehadiran orang Jawa di mana pun selalu mudah diterima. - Tetapi, kesuksesan selain mengundang decak kagum, sering pula menuai iri hati. Hal yang selalu bisa terjadi dan wajar saja. Sepanjang masih melekat sifat-sifat manusia, persoalan seperti itu selalu ada di mana pun. Maka, tidak mengherankan manakala kisah sukses transmigran ada pula yang mengartikan mereka mengambil kesempatan yang mestinya bisa dinikmati penduduk lokal. Kasus seperti itu tidaklah banyak, tetapi terjadi. Tanpa sikap-sikap ajar, ajur, ajer dari para transmigran, mustahil mereka bisa bertahan. - Diaspora orang Jawa ke berbagai daerah di Tanah Air, kemudian banyak ditiru oleh suku-suku lainnya. Maka, jika diperhatikan dengan serius, di dalam republik ini lalu lintas orang berbagai suku berlangsung dengan intensif. Proses berlangsung alamiah dan wajar saja, sehingga interaksi yang terjadi juga tanpa prasangka sedikit pun. Sungguh sebuah pemandangan yang mengharukan, jika proses seperti itu berlangsung terus sehingga nantinya akan mencapai bentuk akhir yang namanya manusia Indonesia. - Nah, menyangkut nasib transmigran asal Jawa Tengah itu sudah seharusnya diberikan pertolongan maksimal. Kesrakat di daerah orang tanpa kejelasan, bukanlah nasib yang mereka inginkan. Jika masih mungkin dinegosiasi dengan Pemda setempat, alangkah baiknya. Tetapi bila tidak, Pemda Jateng memberikan perhatian terhadap nasib mereka itu. Mungkinkah dialihkan ke daerah lain, atau dikembalikan ke daerah asal, sangat bergantung kepada keadaan. Tetapi yang mendesak adalah, memberikan kepastian tentang jalan keluar atas nasib mereka. |