| Selasa, 20 Juni 2006 | NASIONAL |
Ditemukan 27 Kasus TetanusKLATEN - Korban gempa yang terjangkiti penyakit tetanus terus bertambah. Hingga Senin (19/6), tercatat sudah 27 orang korban gempa di Klaten yang terkena penyakit tersebut, 10 di antaranya meninggal dunia. Korban yang meninggal terakhir adalah Wiro Sukarto (80), warga Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Sampai Senin (19/6), pasien yang terinfeksi tetanus bertambah satu, yakni AS (54), warga Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kini, dia masih menjalani perawatan intensif di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten. ''Hampir setiap hari ada korban tetanus yang meninggal. Untuk itu kami mengimbau warga yang tinggal di daerah korban gempa segera diimunisasi tetanus,'' kata Kasubdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Klaten, dokter gigi Agus Susanto, kemarin. Agus menambahkan, tetanus termasuk jenis kuman an aerob atau tidak mau kena udara. Kuman tersebut biasanya menyerang luka yang dalam, tidak ada kontak dengan udara, dan kotor. Gejala infeksi akan muncul dalam kurun waktu 3-4 hari. Bila terinfeksi kuman tetanus, biasanya korban akan mengalami panas badan tiga atau empat hari kemudian. Bila tak segera diatasi, tiga atau empat hari selanjutnya akan terjadi kejang-kejang. Semua otot kejang, bahkan otot dada, sehingga korban sulit bernapas. (F5-46a) |