logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 NASIONAL
Line

Pembangunan Sekolah Mulai 24 Juni

SEMARANG - Pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa di Kabupaten Klaten untuk SD/MI, SMP, dan jenjang lainnya, akan dimulai 24 Juni mendatang.

Gubernur Jateng, H Mardiyanto mengemukakan, rekonstruksi dan rehabilitasi sekolah rusak akibat gempa akan ditandai dengan penggunaan kembali gedung SD Ngandong 1, 2, dan 3, di Kecamatan Gantiwarno, yang telah selesai dibangun berkat bantuan pemerintah Kabupaten Wonogiri.

''Memperbaiki kembali sarana publik pascagempa, memang butuh gotong royong. Terima kasih kepada bupati, masyarakat, dan berbagai pihak yang memberi bantuan kepada warga yang terkena musibah. Setelah tanggap darurat selesai, sekarang waktunya pemprov mengeluarkan dana,'' kata Gubernur usai rapat paripurna ''Penjelasan Gubernur atas Pendapat Panitia Anggaran dan Pandangan Umum Fraksi DPRD Jateng terhadap Penyampaian Perubahan APBD 2006'', di Gedung Berlian Semarang, Senin (19/6).

Menurut dia, Jateng mendapatkan dana dekonsentrasi untuk perbaikan SD/MI dan SMP sekitar Rp 9,5 miliar. Selain itu, masih ada dana pendidikan Pemprov Jateng yang dikelola bersama Dewan Pendidikan sekitar Rp 3,5 miliar.

Pemprov juga mengalokasikan anggaran melalui APBD sebesar Rp 5,9 miliar untuk rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa. Ada pula sumbangan dana dari masyarakat yang disimpan dalam rekening bantuan korban gempa sebesar Rp 3,5 miliar lebih, dan yang akan digunakan untuk perbaikan sebesar Rp 3 miliar.

Melihat keinginan masyarakat Jateng dalam rekonstruksi, menurut Gubernur, pekan lalu Mendiknas, Bambang Sudibyo telah menyerahkan bantuan sebesar Rp 30,8 miliar untuk membangun kembali SD yang rusak.

''Saya sampaikan bahwa pembangunan kembali daerah pascabencana hanya bisa dilakukan secara bersama-sama. Tidak mungkin hanya dibebankan kepada kabupaten atau provinsi sendiri, tapi seiring antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat,'' tambahnya.

Akibat Gempa

Kepada anggota DPRD, Gubernur juga menyampaikan data terakhir jumlah korban yang meninggal di Klaten 1.064 jiwa dan luka-luka 18.210 orang. Sementara itu, kerusakan fisik meliputi rumah rusak berat atau roboh 33.895 unit dan rusak sedang sebanyak 65.835 unit.

Sebanyak 529 unit SD/MI, 45 unit SMP/MTs, 11 unit SMA/MA, dan sembilan unit SMK juga rusak. Fasilitas kesehatan yang rusak mencakup 15 unit puskesmas, 22 unit puskesmas pembantu, dan satu unit polindes.

''Tahap rehabilitasi dan rekonstruks pascagempa dilakukan dengan prinsip kemanusiaan, terkoordinasi, transparansi, partisipasi, gotong royong, dan yang lain,'' tegasnya.

Tunda ke Jerman

Berkaitan gempa di Jateng dan Yogya dan Gunung Merapi yang sampai saat ini statusnya masih belum menentu, Mardiyanto juga menunda kunjungan kerja ke Jerman dan Belanda yang semestinya akan dilaksanakan 9 Juli mendatang. Kunjungan itu memenuhi undangan GTZ, lembaga konsultan pengembangan ekonomi Jerman.

''Kami sudah memperoleh surat dari Gubernur soal penundaan acara itu dan kami sebagai pengundang tidak masalah serta maklum. Meski seluruh persiapan sudah selesai, kami putuskan menunda sampai ada kabar lagi dari Pak Gub,'' tutur Atjeng Kadaryana, Kepala Kantor GTZ Klaten, kemarin. (H7,G17,an-46ma)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA