logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 MURIA
Line

SMA 1 Jekulo Luluskan 100%

KUDUS - Pengumuman kelulusan pelajar SLTA di Kudus, Senin (19/6), berlangsung semarak. Puluhan siswa setelah mengetahui dirinya lulus tampak melakukan aksi coret-coret pada seragam yang melambangkan status mereka sebagai pelajar selama lebih kurang tiga tahun. Imbauan dari beberapa pihak agar tidak melakukan aksi itu dan juga konvoi motor tidak mereka hiraukan.

Dari jumlah keseluruhan 8.598 peserta ujian nasional (UN), 8.202 siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kudus dinyatakan lulus. Dengan demikian, terdapat 396 orang yang tidak lulus.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Drs Noor Yasin MM saat ditemui di kantornya kemarin menekankan, tidak ada ujian susulan bagi para siswa yang tidak lulus. Mereka harus mengulang pelajaran selama satu tahun.

''Mereka bisa juga mengikuti pendidikan nonformal dengan mendaftarkan diri pada program kelompok belajar Paket C,'' ungkapnya. Pendaftaran itu bisa dilakukan di Dinas Pendidikan atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di beberapa kecamatan. Ujian untuk program tersebut akan dilaksanakan pada Oktober atau November tahun ini.

Pengumuman

Metode dan waktu pengumuman di tiap sekolah untuk tahun ini ternyata berbeda. Sebagian besar sekolah masih menggunakan metode lama dengan memanggil orang tua atau wali siswa untuk menerima pengumuman kelulusan.

Sementara itu SMK NU Ma'arif Kudus dan SMK Muhammadiyah Kudus, ujar Yasin, menggunakan fasilitas internet untuk mengumumkan hasil UN itu. SMK Wishuda Karya mengirim pengumuman langsung ke alamat siswa.

Waktu pengumuman pun berbeda. MAN 1 Kudus lebih dini daripada sekolah-sekolah lain. ''Berdasar pengalaman tahun lalu, kami memutuskan untuk mengumumkan kelulusan siswa lebih dini,'' ucap Wakil Urusan Humas MAN 1 As'ari, kemarin.

SMA 1 Jekulo menjadi satu-satunya SMA Negeri yang meluluskan siswanya 100%. Kepala SMA tersebut, Drs Agus Nuratman, saat ditemui di kantornya menyatakan hasil itu merupakan usaha bersama dari siswa, guru dan orang tua atau wali.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, aparat Polres Kudus juga disiagakan di sejumlah sekolah. Namun hingga selesai proses pengumuman hasil ujian, tidak ada siswa khususnya yang tidak lulus arak-arakan. (H8,dit-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA