| Selasa, 20 Juni 2006 | MURIA |
Satu Sekolah Tak Lulus SemuaJEPARA - Dari 5.428 pelajar SMA/SMK/MA yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun ini terdapat 662 pelajar yang tak lulus. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan Senin (19/6). Sementara itu, semua pelajar di MA Salafiyah Desa Bandungharjo, Kecamatan Keling yang berjumlah 23 siswa, tidak lulus. ''Anak-anak tentu terpukul dengan hasil pengumuman ini. Sungguh di luar dugaan kami. Sebab, empat tahun terakhir sekolah kami bisa meluluskan 100%,'' ujar Kepala Sekolah Zaenal Abidin, siang kemarin. Dia menyebutkan, sekolahnya hanya membuka satu jurusan, yaitu IPS. Sebagaimana menghadapi ujian akhir pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai upaya dan kerja keras untuk mempersiapkan diri telah dilakukan. Namun, semua peserta didik di sekolahnya tak ada yang bisa memenuhi standar nilai 4,26 per mata pelajaran dengan kumulatif 4,50. ''Semua kemampuan yang ada di sekolah ini, termasuk persiapan anak-anak, sudah dilakukan optimal. Namun, hasilnya tetap seperti ini.'' Undang Orang Tua Pengumuman di sekolah tersebut dilakukan dengan cara mengundang orang tua dan wali murid. Sementara itu, para pelajar datang menunggu di luar. Cara ini ditempuh kebanyakan sekolah di Jepara. Beberapa sekolah menempuh cara lain. SMK Bhakti Praja Jepara misalnya, mengumumkan kelulusan melalui surat yang dikirim via pos. SMK Muhammadiyah Keling mengumumkan lewat surat yang dibawa kurir ke alamat para orang tua siswa. Semua pelajar Jurusan Bahasa MAN Bawu Jepara yang berjumlah 28 siswa, tidak lulus. Dari Jurusan IPA, dari 29 peserta yang tak lulus hanya seorang, sedangkan Jurusan IPS 100% lulus. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jepara Drs Bambang Santoso MM melalui Kabid Pendidikan Menengah Drs Moh Zahid MPd kemarin mengungkapkan, ada empat sekolah yang semua peserta UN-nya dari berbagai jurusan lulus 100%. Yaitu SMA Negeri I Pecangaan, SMA Negeri I Welahan, SMA Negeri I Bangsri, dan SMK 3 Jepara. Setelah pengumuman pukul 12.00, sebagian pelajar yang lulus meluapkan kegembiraan dengan turun ke jalan mengendarai motor. Namun, banyak juga yang cukup meluapkan kegembiraan bersama teman dan orang tua masing-masing di sekolah lalu bergegas pulang. ''Saya sangat senang dengan kelulusan ini. Sebab, sebelumnya saya sangat cemas. Bahkan sebelum pengumuman, makan pun rasanya tak enak. Saya akan berziarah ke makam Ratu Kalinyamat sebagai salah satu ungkapan syukur. Kami telah berusaha keras dalam persiapan dan akhirnya saya lulus,'' ujar Jauharotul Maknun, siswi SMK 3 Jepara asal Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan. (H15-29j) |