| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
Tiga Siswa Pingsan, Konvoi DiperingatkanSALATIGA - Pengumuman hasil ujian nasional (UN) di Kota Salatiga membawa korban. Tiga siswa begitu membaca pengumuman hasil UN langsung pingsan, karena yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus. Ketiganya adalah Yanti (16) dan Marlina (15), siswi SMK Pelita dan Muhammad Saefudin (16), siswa SMK Saraswati. Yanti dan Marlina langsung dibawa ke ruang kelas oleh teman-temannya, sedangkan Muhammad Saefudin terpaksa dilarikan ke RSUD Salatiga. Ketiga siswa-siswi SMK ini mengetahui hasil ujian setelah mereka mencegat orang tuanya keluar dari sekolah. Yanti, setelah membaca hasil pengumuman dia langsung lemah terkulai. Beruntung teman-temannya cekatan menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Ibunya pun menjadi kaget, dia sama sekali tidak menduga bahwa ucapannya bisa membuat anaknya pingsan. "Saya hanya bilang, kamu tidak lulus. Tahu-tahu malah pingsan,'' kata dia yang enggan disebutkan namanya. Sedang Marlina, terkulai lemas saat mengetahui nilainya belum mengisyaratkan untuk lulus. Menurut beberapa temannya, kedua siswi tersebut merupakan anak yang pintar di kelas. Marlina, siswi jurusan Penjualan itu, menurut temannya nilai Matematika maupun pelajaran lain selalu di atas enam. Begitu pula untuk beberapa mata pelajaran lain, baik Marlina maupun Yanti, nilainya selalu tidak mengecewakan. Sementara Muhammad Saefuddin, menurut beberapa guru, nilai UN-nya baik Matematika maupun Bahasa Indonesia di atas nilai standar minimal. Ternyata faktor tidak lulusnya ketiga anak tersebut karena nilai Bahasa Inggris kurang dari 4,26. Nilai Bahasa Inggris Muhammad Saefudin 4,00. Begitu pula Yanti dan Marlina, nilai Bahasa Inggrisnya tidak sampai memenuhi nilai standar. Kepala SMK Pelita Drs Sutikno MPd mengakui banyak siswanya tidak lulus karena nilai Bahasa Inggrisnya tidak memuaskan. "Dari 103 siswa yang ikut ujian, jumlah yang lulus hanya 69 siswa, sedang yang tidak lulus 34 siswa. Semua terbentur pada Bahasa Inggris," lanjut dia. Prihatin Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Dra Hj Endang DW MPd menyatakan dinas akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan UN, terkait sarana dan prasarana serta kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar. ''Kami memprihatinkan masih tingginya tingkat ketidaklulusan siswa SMA/MA/SMK di Kota Salatiga lebih dari 10% dalam UN 2006,'' kata dia. Sementara itu, aksi konvoi kelulusan masih dilakukan. Saat konvoi itu berada di sekitar Lapangan Pancasila, mereka digiring masuk ke Mapolres. Mereka kemudian diminta agar tidak lagi melakukan konvoi. ''Ini merupakan peringatan pertama dan terakhir, kami tidak akan menilang. Tetapi jika setelah ini masih terdapat arak-arakan, akan kami tilang,'' tegas Hery saat memberikan pengarahan di depan ratusan siswa yang melakukan konvoi kelulusan. (dky, H2-16d) |