| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
782 Siswa SMA Tidak Lulus
UNGARAN- Dari 3.759 peserta ujian nasional (UN), 15% atau 782 siswa SMA dan MA di Kabupaten Semarang tidak lulus. Sementara itu, dari 5.491 siswa SMK terdapat 12,5% atau 999 siswa tidak berhasil meraih nilai standar yang ditentukan, yakni 4,26 setiap mata pelajaran yang diujikan. ''Kami belum mendapat petunjuk mengenai bagaimana siswa yang tidak lulus. Kemungkinan yang tidak lulus bisa mengikuti ujian persamaan Kejar Paket C,'' kata Ymt Kepala Dinas Pendidikan Nurjanto SH MBA, Senin (19/6). Jika harus mengulang tahun depan, ujarnya, siswa akan mengalami kesulitan. ''Bukannya tidak bisa, melainkan siswa yang mengulang akan kesulitan karena kurikulum SMA tahun depan sudah berubah,'' urai Nurjanto, saat didampingi Ymt Kabid Dikdasmen Drs Tukiman. Dia mengatakan, asumsi masyarakat tentang ijazah Kejar Paket C tidak setara dengan SMA adalah salah. ''Ijazah Kejar Paket C sekualitas atau setara dengan SMA, karena alat ukur ujiannya juga sama,'' tandasnya. Pada UN ini, kata dia, ada 176 siswa yang mengulang. Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, bagi yang mengulang maka nilai yang terbaik yang akan dimasukkan dalam daftar kelulusan. ''Misalnya jika kemarin nilainya tujuh dan dalam UN kali ini hanya enam, yang diambil adalah nilai tujuh,'' paparnya. Sementara itu, siswa SMK Informatika NU Ungaran lulus 100%. Sekolah yang mengajarkan desain website tersebut layak dibanggakan, karena kelulusan ini adalah kali pertama sejak 2003 lembaga pendidikan ini didirikan. ''Kiatnya adalah disiplin, kemauan, dan kerja keras,'' kata Kepala SMK NU, Ahmad Hanik SAg MPd. Perubahan Anggaran Pada 29 Juni mendatang, pihaknya akan meluncurkan website sekolah tersebut dengan nama www.smknu_ungaran.ac.id dan e-mail adress di smknu_ungaran@plasa.com. ''Alumni kami diuji oleh Dunia Usaha dan Industri (DUDI) serta Telkom Divre IV Jateng dan diberi kesempatan magang,'' tuturnya. Muhtarom, Ketua Komite Sekolah dan Roihan (45), wali murid mengaku bangga dengan prestasi yang diraih putra-putrinya. ''Selain pandai, mereka juga taat kepada orang tua dan Allah,'' ungkap Muhtarom. Sekolah tersebut terbuka untuk semua lapisan masyarakat. SMK lain yang lulus 100% adalah SMK Suwakul, SMK Muhammadiyah Ungaran, SMK Theresiana Ambarawa, dan SMK Telkom Tengaran. Anggota Komisi D DPRD Drs Achsin Maruf mengatakan, 782 siswa tak lulus harus menjadi perhatian pemerintah daerah jika tidak ada kebijakan ujian ulang. ''Solusinya apakah disalurkan lewat Kejar Paket C atau bagaimana. Sebab jika mengulang, kurikulum sudah beda dan bangku sekolah nantinya yang menambahi siapa?'' ungkapnya. Menurut Achsin, Dinas Pendidikan secepatnya proaktif. Kalau memang tidak ada anggaran dari pusat, daerah harus memikirkannya. ''Di perubahan anggaran, hal ini harus segera diantisipasi,'' ingatnya. (H14-16s) |