| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
Empat Kecamatan Diusulkan Dapat BantuanUNGARAN - Empat kecamatan di Kabupaten Semarang melalui perubahan APBD 2006 diusulkan mendapatkan dana bantuan pengentasan kemiskinan masing-masing Rp 450 juta. Empat daerah itu adalah Banyubiru, Getasan, Tengaran, dan Pabelan. Target pemberian dana bantuan direncanakan minimal tiga tahun. ''Jika disetujui DPRD, dana tersebut akan dikelola desa dan di kecamatan ada tim verifikasi serta konsultan. Dana itu dikembangkan berdasarkan hasil musyawarah desa,'' kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir Slamet Wahjono MM melalui Kabid Ekonomi Drs Mas Hindiarso, baru-bari ini. Menurutnya, dana tersebut bisa dikembangkan dengan berbagai macam usaha seperti dagang dan simpan pinjam oleh warga. Berdasarkan data Bappeda, angka kemiskinan masih tinggi, yakni 30% dari total penduduk sekitar 800.000 jiwa. Melihat kenyataan itu, dia berniat mengurangi jumlah warga yang berada di bawah garis kemiskinan melalui Tim Koordinasi Program Pengembangan Kecamatan (TK PPK). Menurut dia, sudah ada enam kecamatan yang mendapat sentuhan TK PPK melalui dana APBN dan APBD. Enam kecamatan tersebut adalah Suruh, Susukan, Bringin, Sumowono, Bancak, dan Kaliwungu. ''Empat kecamatan yang disebutkan pertama mendapat dana APBN. Kecamatan Suruh, Susukan, dan Bringin, mendapat Rp 1 miliar/tahun sejak 2003, sedangkan Kecamatan Sumowono mendapat Rp 750 juta. Adapun Bancak dan Kaliwungu selama dua tahun terakhir mendapat suntikan dana APBD,'' kata dia. Hasil program pengentasan kemiskinan di enam kecamatan tersebut, menurutnya, sudah berjalan baik. Hindiarso memberi contoh, perputaran dana di Kecamatan Sumowono pada 2005 mengalami surplus Rp 300 juta. Hingga akhir 2005, enam kecamatan tersebut mengalami surplus Rp 7.250.000. Uang sebesar itu disepakati untuk disumbangkan kepada korban gempa di Yogyakarta dan Klaten. ''Dana surplus itu kami belanjakan di antaranya untuk sayuran, makanan bayi, minyak goreng, gula pasir, pakaian, selimut, peralatan masak, dan obat-obatan ringan,'' ujar Hindiarso. (H14-37n) |