| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
Yang Gagal Bisa Ikut Kejar Paket CGROBOGAN - Sebanyak 561 siswa SMA/MA dan SMK di Kabupaten Grobogan, kemarin dinyatakan tidak lulus ujian. Sebab, nilai mereka kurang dari standar kelulusan yang ditetapkan Departemen Pendidikan. Berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para siswa gagal karena kesulitan mengerjakan materi ujian Bahasa Inggris dan Matematika. ''Mereka yang tidak lulus diharuskan mengulang tahun depan,'' kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Grobogan H Bambang Rusminto, kemarin. Dia menjelaskan, persentase siswa yang tidak lulus dari sekolah negeri sangat sedikit, sebab rata-rata hanya didapati satu persen. Siswa dari beberapa SMA negeri yang dinyatakan tidak lulus hanya 11 orang. Adapun SMA swasta 89% (293 orang), SMK negeri 99,6% (satu), SMK wasta 94% (97), MA negeri 80% (69), dan MA swasta 88% (90). Tahun lalu, siswa yang tidak lulus 2.685 orang. SMA negeri 96% (68 orang), SMA swasta 66% (1.573), SMK negeri 98% (lima), SMK swasta 66% (661), MA negeri dan swasta 68% (378). Melihat perbandingan itu, kata Bambang Rusminto, jelas mutu pendidikan tahun ini jauh lebih bagus, karena bisa menekan angka tidak lulus hingga 75%. Padahal, tahun ini persentase untuk mencapai angka lulus jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 4,26%. Selain itu, dari 10 SMA negeri enam di antaranya dapat meluluskan siswanya 100%. Sedangkan SMA swasta, dari 24 sekolah ada enam sekolah lulus 100%. Sementara dari 11 SMK, empat di antaranya juga lulus 100% dan dari 20 MA, delapan di antaranya lulus 100%. Kejar Paket C Selain itu, jajaran dinas yang telah berjuang maksimal dalam mendorong sekolah untuk berprestasi, juga layak diberi penghormatan. Sebab, prestasi mereka membanggakan. Karena itu, pola yang telah disepakati untuk meningkatkan kualitas pendidikan hendaknya terus dipegang dan dikembangkan, sehingga ke depan Grobogan mampu bersaing dengan sekolah unggulan di kota-kota besar. Dia menambahkan, selain mengulang di sekolah masing-masing, mereka yang gagal bisa mengikuti program Paket Belajar (Kejar) Paket C, November mendatang. Namun, mereka diharuskan menjadi siswa minimal tiga bulan. Mereka yang berminat bisa langsung mendaftar ke Dinas Pendidikan, sehingga pada bulan itu bisa diikutkan ujian Kejar Paket C. Sementara itu, menyambut kelulusan, para siswa melampiaskan kegembiraannya dengan cara mengecat baju, celana, dan rok seragam dengan cat semprot warna-warni. Setelah itu mereka arak-arakan keliling kota. (A23-37d) |