logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 SEMARANG
Line

Kebanyakan dari Sekolah Swasta

DEMAK- Sebanyak 6.306 siswa dari 7.021 siswa SMA/MA dan SMK di Kabupaten Demak yang mengikuti UN dinyatakan lulus. Sementara, 715 siswa atau 10,18% dinyatakan tidak lulus.

Pelajar yang mengetahui lulus meluapkan kegembiraanya dengan pawai keliling kota dan sebagaian lain mecorat-coret pada baju hingga rambut dan wajahnya. Namun aksi keliling kota dengan mengendarai sepeda motor itu tidak berjalan lama, karena dibubarkan petugas keamanan.

Selain itu, sejumlah sekolah menuangkan kegembiraannya dengan menggelar panggung hiburan. Seperti di SMAN 1 Demak dengan mendatangkan Castle Band. Kegembiraan siswa terasa semakin hidup dengan sajian lagu-lagu yang dibawakan grup musik tersebut.

Siswa dengan nilai kelulusan menggembirakan diperoleh Joko Utomo, dari SMAN 01 Demak jurusan IPA, nilai total 29,47, antara lain Bahasa Indonesia (10), Bahasa Inggris (9,8) dan Matematika (9,67). Dan Jurusan IPS adalah Budi Wiyono, dari sekolah yang sama dengan nilai total 26,4, terdiri atas Ekonomi (8,6), Bahasa Indonesia (8,4), dan Bahasa Inggris (9,40).

Dari 76 sekolah SMA sederajat, terdapat satu sekolah yang angka ketidaklulusannya mencapai 90% lebih, yakni SMA Al-Maarif Karangawen. Di sekolah tersebut, 42 siswa ikut UN, tetapi 41 orang dinyatakan tidak lulus. Angka ketidaklulusan cukup tinggi juga terdapat di SMA Pembangunan. Sebanyak 165 siswa dinyatakan tidak lulus dan yang berhasil hanya 66 orang. Demikian pula pada SMA Futuhiyah, 51 tidak lulus dan 150 lulus, SMA Abdi Negara siswa tidak lulus mencapai 76 orang.

Untuk sekolah negeri, ketidaklulusan tinggi terdapat di SMAN 01 Dempet yakni 35 siswa, sedangkan yang lulus 153 orang. Juga di SMAN 01 Mijen, tidak lulus 33 siswa, SMAN 01 Karentengah mencapai 22 orang.

Sementara untuk tingkat SMK Futuhiyah menempati peringkat tertinggi yang jumlah siswanya tidak lulus, yaitu mencapai 85 orang dari 211 siswa yang ikut UN. Kemudian untuk tingkat MA, baik MAN maupun MA swasta angka ketidakkelulusannya relatif kecil. Dari 2.645 siswa, hanya 25 orang yang gagal atau 0,93%.

Kadinas Pendidikan Kabupaten Demak Drs Haryanto MM melalui Drs Anjar Gunadi MPd mengatakan, angka kelulusan tahun ini relatif tinggi, mencapai 89,82%.

''Untuk tahun ini, memang belum ada kepastian apakah akan ada UN tahap kedua atau tidak. Yang pasti, mereka yang tidak lulus diberi dua alternatif, yaitu mengikuti UN mendatang dengan tetap kembali di kelas III atau ikut program kejar paket C,'' tutur Anjar Gunadi.

Terpisah, Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM berharap pemerintah pusat melalui Mendiknas kembali memberikan kebijakan UN tahap dua. ''Jika melihat angka kelulusan memang cukup tinggi, tetapi jumlah 10% yang tidak lulus juga bukan angka kecil. Kami berharap ada kebijakan UN tahap dua seperti tahun lalu,'' harapnya. (H1-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA