| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
Siswa SD Al Azhar 29 Belajar Menanam PadiKENDAL - Sebanyak 79 siswa SD Al Azhar 29 yang berkampus di BSB, Mijen, Semarang, Minggu (11/6) mengikuti kegiatan ''Outbond Scientist Kid'' di lokasi Agrowisata Tirto Arum Baru, Kendal. Selama sehari penuh, peserta yang terdiri atas siswa kelas I A (11 putri, delapan putra), 1 B (10 putri, sembilan putra), kelas II (10 putri, 13 putra), dan kelas III (sembilan putri, sembilan putra), mendapat pelajaran teori dan praktik tentang berbagai cara penjernihan air di kolam renang dan kolam ikan, serta belajar menanam padi di areal persawahan. Dengan bimbingan petugas yang disiapkan panitia, anak-anak usia 7-8 tahun itu dapat lebih mengenal aktivitas pengelolaan sumber daya alam sebagai pelengkap kehidupan. Kegiatan yang dikomandani Ir Eko Nursanti MT itu juga diarahkan pada pengembangan analisa anak pada kehidupan lingkungan sekitar. Karena itu, praktik bercocok tanam dilakukan langsung di areal persawahan yang berada di lokasi agrowisata. Dengan bimbingan para instruktur pertanian, dalam kondisi kaki belepotan tanah sawah, mereka menanam batang padi pada posisi yang diajarkan secara benar. ''Ini merupakan salah satu pendidikan dini untuk menghargai hasil bumi. Dan padi sebagai salah satu bahan pokok makanan, maka para siswa juga harus belajar menanamnya,'' kata Eko Nursanti MT di sela-sela mengawasi kegiatan tersebut. Apa yang diterapkan dalam acara sehari itu tidak lepas dari konsep menumbuhkan rasa tanggung jawab anak terhadap kehidupan sekitarnya. Selain itu, untuk menumbuhkan kreativitas anak secara dini dalam mengembangkan pelajaran yang diterima di sekolah dan di masyarakat. Kegiatan yang dilakukan secara periodik dan kontinu setiap menjelang liburan tersebut melibatkan seluruh komponen. Yaitu, guru, orang tua murid, dan masayarakat sekitar yang dikemas dalam konsep pendewasaan anak untuk mempertahankan kehidupannya. Sehari sebelum kegiatan, kata Eko Nursanti, peserta pada hari Sabtu malam Minggu mengadakan pertemuan dengan beberapa pengamen di Simpang Lima Semarang. Dari acara temu pengamen itu, diharapkan anak-anak dapat memahami arti kehidupan yang begitu keras.(E4-16d). |