| Selasa, 20 Juni 2006 | SEMARANG |
RS Telogorejo Akan Bermitra dengan NUH SingapuraSEMARANG - Rumah Sakit (RS) Telogorejo Semarang akan menjalin kerja sama dengan National University Hospital (NUH) Singapura. Kemitraan dengan rumah sakit pendidikan terkemuka tersebut diharapkan bisa melengkapi kekurangsempurnaan rumah sakit swasta itu dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan diharapkan masyarakat. Direktur Utama dokter Imelda Tandiyo RDCS FASE mengemukakan, setidaknya ada empat agenda atau bidang dalam kerja sama tersebut. Keempatnya yakni teaching and education (pengajaran dan pendidikan), seminars (seminar), research and development (penelitian dan pengembangan), dan referral patient (rujukan pasien). Memorandum of Understanding (MoU) akan ditandatangani Senin (26/6) mendatang di NUH. Dia mengatakan, dengan kerja sama bidang teaching and education memungkinkan transfer of knowledge and skill (transfer pengetahuan dan keahlian) menjadi lancar dan kondusif. Bidang seminars akan memungkinkan terfasilitasinya mendapatkan pembicara dari luar negeri yang memiliki pengetahuan dan keahlian terkini untuk ditularkan ke petugas medik dan masyarakat Indonesia. ''Dengan begitu, bisa membantu mengurangi ketertinggalan perkembangan ilmu pengetahuan, keahlian, dan teknologi bidang medik,'' jelas dia, di ruang kerjanya didampingi Steering Committee Staff dokter Messy Widiastuti MARS. Wujudkan Misi Sementara itu, di bidang research and development, lanjut dia, memungkinkan diadakannya riset dan pengembangan di Indonesia, sehingga semakin mematangkan kualitas pelayanan medik. Adapun untuk bidang referral patient, akan sangat membantu pasien bila keahlian ataupun teknologi di Telogorejo dan rumah sakit domestik lain belum mampu menangani jenis penyakit tertentu. ''Selain itu juga untuk mengakomodasi kebutuhan pasien atas pelayanan medik di luar negeri,'' tambahnya. Untuk sejumlah kasus khusus, dokter dari Singapura bisa didatangkan sebagai konsultan ahli demi kesehatan pasien. Menurut dia, kerja sama dengan rumah sakit milik pemerintah di negara tetangga itu merupakan salah satu upaya strategis untuk merealisasikan langkah sesuai misi Telogorejo. Misi tersebut yakni menyediakan pelayanan medik dan keperawatan berstandar internasional, meningkatkan kompetensi karyawan, dan mengembangkan kemampuan teknologi medik mutakhir. Dengan kerja sama itu, kata dia, diharapkan bisa menepis keraguan masyarakat Indonesia atas kemampuan rumah sakit domestik dalam memberikan solusi dan kesehatan pasien. Apalagi pihaknya menyadari, perubahan dan perbaikan yang dilakukan tampaknya juga belum mampu mengimbangi laju kenaikan espektasi masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. ''Selain itu, kerja sama juga ditujukan untuk pengembangan Telogorejo Heart Center yang telah dirintis sejak Mei 2005 lalu.'' Dia menambahkan, rumah sakit yang dipimpinnya juga memiliki Angiografi/kateterisasi yang mutakhir. Dengan alat itu, akan memungkinkan dilakukan prosedur diagnostik dan pengobatan dengan pemasangan cincin pada pembuluh darah koroner. Sumber daya dokter dan perawatnya juga telah disiapkan serta terus ditingkatkan kemampuannya melalui pengiriman ke luar negeri. (G7-62v) |