logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 SEMARANG
Line

Merajang Bangunan Pasar Johar Berisiko

SEMARANG- Merajang bangunan Pasar Johar agar bisa didongkrak satu per satu, dinilai mengandung risiko. Dosen Teknik Sipil Universitas Sultan Agung Ir H Sumirin MS, Senin (19/6) mengatakan, semua proses konstruksi akan selalu mengandung risiko.

Terkait persoalan Pasar Johar, dimungkinkan terjadi kegagalan pada saat proses pengangkatan dilakukan.

Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan bagian bangunan yang diangkat tersebut runtuh. Namun, menurutnya, risiko semacam itu bisa diperkecil jika dikerjakan oleh ahlinya.

''Selain itu harus dilakukan kajian, untuk mengetahui kekuatan konstruksi yang telah ada. Dari kajian tersebut akan diketahui bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki,'' kata dia.

Menurutnya, pengangkatan bangunan harus dilakukan. Sebab, Pasar Johar terkena rob. Setelah diangkat, bagian bawah pasar itu bisa ditinggikan.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Pedagang Semarang (FMPS) Agus Tyanto SAg berpendapat, mendongkrak Pasar Johar mengandung risiko tinggi. Bukan tidak mungkin pada saat dilakukan, ada pihak-pihak yang menyabotase. Jika itu terjadi, pasar tradisional bersejarah tersebut akan roboh dan kemudian Pemkot mengatakan kejadian itu merupakan kecelakaan.

Selain itu, biaya untuk mendongkrak juga sangat mahal. Akhirnya, pedagang pula yang menanggung lewat harga tempat dasaran.

''Kalau memang bangunan pasar tersebut harus diangkat, sebaiknya dilakukan 20 tahun lagi,'' katanya.

Dia mengemukakan, sebenarnya upaya menyelamatkan Pasar Johar bisa dilakukan dengan membebaskan kawasan tersebut dari rob. Selain itu, Pemkot juga harus menata pedagang agar tidak semrawut.

Sementara itu, rob di kawasan tersebut diperkirakan teratasi pada 2009 mendatang. Kasubdin Pengairan DPU Kota Ir Fauzi MT mengatakan, sebenarnya saat ini sudah tersedia dana pinjaman Rp 1,7 triliun untuk mengatasi rob di sebagian Kota Semarang, termasuk Johar dan sekitarnya. Dana pinjaman dari Japan Bank International Cooperation pada Pemerintah RI tersebut, sekitar Rp 900 juta untuk membangun Waduk Jatibarang. Sisanya akan digunakan untuk memperbaiki kondisi Banjirkanal Barat dan drainase perkotaan, yakni Kali Asin, Kali Semarang, dan Kali Baru.

''Diperkirakan tahun 2009, DAS di Kali Semarang bebas rob, termasuk Pasar Johar,'' tandasnya. (G6-62s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA