logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

60 Penjual Jasa Mandi Kerubut 1 Bus Wisata

LENGANG. Itu kesan memasuki kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), di Kabupaten Magelang. Area parkir yang sebenarnya mampu menampung ratusan kendaraan roda empat, ternyata yang parkir kemarin siang hanya belasan mobil pribadi.

Kios cendera mata, warung makan dan minum serta pengasong merasakan kelesuan itu. Tiba-tiba datang lagi sebuah mobil station menurunkan tiga wisatawan manca negara.

Belasan pengasong menghambur berebut menawarkan barang dagangannya. Ada makanan, cenderata mata, ada pula kaus. Tetapi si turis terus berlalu, menuju loket penjualan tiket masuk.

Pada musim liburan sekolah, terutama pada hari Minggu, sejak jam 01.00 sudah ada puluhan bus pariwisata yang sampai di Jalan Medang Kamolan, Borobudur. Tetapi Minggu (18/6) hanya ada satu.

Penumpang bus itu antara 40-50 orang. Tetapi yang menawarkan jasa mandi kepada wisatawan, sampai 60 orang. Dan yang mendapat order, hanya lima orang untuk penumpang sebanyak itu.

Seusai para pelajar ujian akhir semester atau akhir sekolah, jumlah pengunjung Borobudur meledak. Sejak dini hari Jalan Medang Kamolan dipenuhi puluhan bus pariwisata dari Jabar dan Jatim.

"Tetapi sejak akhir Mei 2006 sampai sekarang, kunjungan wisatawan ke Borobudur sepi," kata Sucoro, pemilik warung info Cleguk di Jalan Medang Kamolan, Borobudur, Senin (19/6).

Ia mengatakan, Candi Borobudur aman dari gempa bumi. Tetapi tujuan kunjungan wisatawan dari arah Jabar biasanya, setelah Candi Borobudur-Kraton Yogyakarta-Pantai Samas. Sedangkan yang dari Jatim dari Pantai Samas-Keraton Yogyakarta-Candi Borobudur.

Tetapi Pantai Samas dan Keraton Yogyakarta diberitakan media massa terkena gempa. Sehingga objek wisata yang dikunjungi tinggal Candi Borobudur.

Wakil Kepala Unit TWCB, Pujo Suwarno SE, juga mengeluh serupa. Ada beberapa rombongan wisatawan dari Jabar dan Jatim membatalkan niatnya, karena khawatir terjadi gempa susulan.

Akibat kekhawatiran tersebut, jumlah wisatawan menurun signifikan. Sebelum gempa pengunjung Candi Borobudur rata-rata tiap hari antara 500 sampai 3.000 orang.

Ketika terjadi gempa, jumlah pengunjung wisatawan nusantara 5.607 orang dan wisatawan manca negara 130 orang. Tetapi hari-hari setelah itu, jumlahnya terus merosot.

Kepala Kantor Konservasi Peninggalan Borobudur, Drs Dukut Santosa menjelaskan tentang candi peninggalan Abad VIII itu. "Gempa 27 Mei tak memengaruhi struktur bangunan Candi Borobudur," katanya.

Itu artinya, kita tetap aman di puncak candi memandang panorama ke arah timur, Gunung Merapi yang masih sering mengeluarkan awan panas dan lava pijar. (Tuhu Prihantoro-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA