| Selasa, 20 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Kelulusan Gunakan Sistem KonversiMAGELANG - Kelulusan SMA dan SMK tahun ini menggunakan sistem konversi. Peraturan ini berlaku bagi siswa yang pada Tahun Pelajaran 2004/2005 tidak lulus dan mengulang kelas III pada Tahun Pelajaran 2005/2006. "Sistem konversi ini diatur pada prosedur operasional standar (POS) poin 8, yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Sumartono, Senin kemarin. Berdasar POS itu, 46 siswa SMK, 1 siswa SMA, dan 22 siswa MA Negeri yang semula dinyatakan tidak lulus akhirnya bisa lulus. "Kami semalaman lembur meneliti satu per satu siswa yang kelulusannya dikonversi. Ini supaya tidak ada ralat setelah kelulusan diumumkan," katanya. Sumartono memberikan contoh salah seorang siswa SMK yang tahun lalu tidak lulus, sehingga harus mengulang kelas III. Tahun lalu dia tidak lulus Bahasa Inggris, sedang Bahasa Indonesia dan Matematika lulus. Ujian tahun ini ganti yang tidak lulus Matematika, sedang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris lulus. "Seharusnya dia tidak lulus, karena ada mata pelajaran yang nilainya di bawah ketentuan. Namun karena tahun lalu Matematikanya lulus maka dia dinyatakan lulus. Jadi nilainya dikonversi, dan pada surat tanda kelulusan yang digunakan nilai tertinggi," jelasnya. Dari 18 SMK, 15 SMA dan MA negeri dan swasta, yang ujian nasional lulus 100 persen hanya empat sekolah. Yakni SMA Negeri 4, SMA Kristen Indonesia, MA Al Iman, dan SMK Kesdam. Sementara sekolah favorit seperti SMA Negeri 1 yang tidak lulus tiga orang, sedang SMA Negeri 3 hanya satu orang. "Yang lulus 100 persen itu nilai kelulusan standar, dilihat dari segi kuantitas. Tetapi dari segi kualitas akademik tetap dipegang SMA favorit, karena ada yang mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran yang diujikan. Nilainya rata-ratanya lebih tinggi dari standar yang ditetapkan," tuturnya. Karena lulus banyak yang meluapkan kegembiraan dengan berbaris keliling kota sambil membawa bendera seadanya, tetapi baju dan rambutnya penuh dengan cat. "Kami jauh-jauh hari sudah mengimbau, ternyata mereka tetap merayakan kelulusan dengan cara seperti itu," kata Sumartono. (P60-39d) |