| Selasa, 20 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Hasil Kelulusan Lebih Baik dari Tahun LaluPURWOREJO - Hasil kelulusan ujian nasional (UN) SLTA tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), misalnya, tingkat kelulusan mencapai 63.96 persen, yakni 3.770 anak dari 5.894 peserta ujian. Sedangkan yang tidak lulus 2.124 anak (36,04 persen). Bandingkan dengan tahun lalu, di mana yang tidak lulus 45,983 persen (2.467 siswa dari 5.365 peserta UN). Sementara itu, siswa SMA/MA, dari peserta sebanyak 4.140 anak, yang lulus 3.208 anak (77 persen) dan yang tidak lulus 932 anak (23 persen). Dua SMK yang peserta ujiannya lulus 100 persen adalah SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 4 Purworejo. Di SMK 2 peserta yang mendaftar sebanyak 309 anak, tetapi yang mengikuti dan lulus 308 anak. Sedangkan di SMK 4, peserta UN tahun ini 34 anak dan lulus semua. Di SMK swasta, ada yang cukup memprihatinkan. Sebab ada sekolah dengan 102 peserta ujian, ternyata yang lulus hanya tujuh anak. Ada pula SMK swasta dengan peserta ujian dua anak, seluruhnya tidak lulus. Sementara itu, pada SMA/MA tidak ada sekolah yang peserta ujiannya lulus 100 persen. Di SMA Negeri 1, peserta UN Jurusan IPA sebanyak 247 anak, tiga anak di antaranya tidak lulus. Tetapi di Jurusan IPS, sebanyak 68 peserta bisa lulus semua. Tahun Berikutnya Kabag TU Dinas Pendidikan, Wuryanto, dalam keterangan yang diberikan kepada staf Bikom, Aspiyatun, menyebutkan, siswa yang tidak lulus UN dapat mengikuti ujian tahun berikutnya. Ujian susulan hanya untuk murid yang berhalangan saat berlangsung UN lalu. Bagi murid kelas III SMA/MA yang tidak lulus, tetapi hendak masuk kerja, menurutnya, disarankan mengikuti ujian Kejar Paket C pada bulan Oktober mendatang. Dengan catatan, tiga bulan sebelumnya harus sudah mendaftarkan diri. Ijazah dari Kejar Paket C itu, bisa untuk syarat kerja. Sedangkan murid SMK yang tidak lulus tidak bisa mengikuti ujian Kejar Paket C. Di sisi lain dia menambahkan, setelah dievaluasi, ternyata jumlah murid yang tidak lulus ujian kali ini terbanyak dari Jurusan IPS, yakni sebanyak 608 anak, sedangkan dari Jurusan IPA 283 anak. Selain itu, dari jurusan Bahasa 41 anak yang tidak lulus. Data itu akan dijadikan bahan oleh Dinas Pendidikan untuk bermusyawarah dengan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. ''Kenapa jurusan IPS banyak yang tidak lulus,'' kata Aspiyatun menirukan ucapan Wuryanto. (yon-24) |