logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

''Jadilah Penyejuk Korban Bencana''

YOGYAKARTA - Para guru bimbingan dan konseling (BK) dalam menjalankan tugasnya di lapangan diminta mampu menjadi penyejuk dan penyegar suasana bagi masyarakat yang terkena musibah gempa bumi. Di samping itu, mampu menjadikan kecerahan bagi kehidupan mereka dengan profesional.

Harapan itu dikemukakan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Muh Farozin MPd, yang juga sebagai Sekjen Pengurus Besar (PB) Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (Abkin), ketika membuka pelatihan Konseling Traumatik Pascagempa, baru-baru ini.

Pelatihan yang diadakan oleh UNY itu diikuti 101 peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa, dan alumni BK dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang berlangsung selama dua hari di kampus UNY Karangmalang, Yogyakarta.

Sofia Retnowati SPsi dari International Islamic University Malaysia mengatakan, tekanan dan ketegangan yang meningkat dari hari ke hari, pada gilirannya akan berpengaruh pada kondisi jasmaniah-fisiologis, psikologis, sosial, dan spiritual.

Ada beberapa cara untuk mengurangi stres, di antaranya dengan mengenal diri, yaitu menerima kelebihan dan kekurangan diri. Melakukan olahraga secara tepat dan teratur serta istirahat dan tidur yang cukup untuk memulihkan tenaga. Selain itu juga harus pandai mengatur waktu untuk merencanakan kegiatan, di samping pola makan sehat.

Relaksasi

''Teknik lain untuk mengurangi stres adalah relaksasi pernapasan dan otot. Pada relaksasi pernapasan dapat dilakukan dengan memejamkan mata, menghirup udara panjang dari hidung, menahan 10 detik kemudian diembuskan lewat mulut, dilakukan berulang-ulang sampai perasaan nyaman mengalir dalam tubuh.''

Sementara pada relaksasi otot, dikatakan oleh Sofia yang juga staf pengajar Fakultas Psikologi UGM itu, dengan cara menggenggam tangan kiri dan membuat kepalan kencang serta melepaskan perlahan-lahan. Selanjutnya, menekuk kedua tangan ke belakang dan kedua jari menunjuk ke langit-langit. ''Relaksasi otot juga dilakukan pada daerah pundak, mata, leher, rahang, bibir dan punggung,'' paparnya.

Pembicara lain dalam pelatihan itu di antaranya adalah Drs Nandang Rusmana MPd (UPI), Drs Suherman MPd (UPI), Robby Leomono PhD (UKSW). (P12-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA