logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Dephub Pasang 311 Tenda Darurat

BANTUL - Wajah ratusan pelajar sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul DI Yogyakarta yang Sabtu lalu ditinjau pejabat dari Departemen Perhubungan masih belum menunjukkan kegembiraan.

Kesedihan masih tergurat di raut wajah mereka. Hal itu bukan hanya karena mereka menjadi korban gempa, namun gedung sekolah mereka juga banyak yang rusak. Peralatan belajar seperti meja dan kursi hancur serta dinding retak-retak, sehingga membahayakan jika ditempati.

''Melihat kenyataan itu, kami memutuskan memberi bantuan berupa tenda-tenda darurat yang didirikan agar bisa digunakan untuk belajar sementara. Selain itu juga kami bagikan 500 paket tas sekolah masing-masing berisi buku, penggaris, penghapus dan keperluan sekolah lainnya termasuk juga bantuan 3.000 buku tulis dan 2.000 papan alas tulis,'' papar Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Capt Djoko Subandrijo ketika mendampingi Sekretaris Badan Diklat Departemen Perhubungan, Purnomo, yang Sabtu (17/6) menyerahkan sejumlah bantuan sekaligus menutup pengabdian para relawan dari departemen tersebut, yang sudah dilakukan sejak 31 Mei 2006.

Ia yang didampingi Humas PIP Sudarisman SIP menjelaskan, PIP Semarang ditunjuk Departemen Perhubungan untuk menjadi koordinator Posko lembaga Pendidikan di bawah Departemen Perhubungan yang dibuka di lokasi bencana baik di wilayah Yogyakarta maupun Klaten, Jawa Tengah. Posko tersebut didukung 810 relawan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Badan Diklat Dephub.

2.000 Pendonor

Para UPT tersebut terdiri atas PIP Semarang, STIP (Jakarta), STPI (Curug), STTD (Bekasi), PIP Makasar, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya serta Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Tegal.

Bantuan yang diberikan untuk korban gempa berasal dari pengumpulan sumbangan sukarela keluarga besar Departemen Perhubungan. Selain itu, bekerja sama dengan PMI melaksanakan donor darah massal yang diikuti di seluruh UPT dan diikuti sekitar 2.000 pendonor.

Dijelaskan, pihak Diklat Perhubungan juga mendirikan 311 tenda sementara yang di antaranya untuk kegiatan pembelajaran bagi siswa SD, SMP dan SMEA, serta mengadakan pengobatan massal dan pengecekan kesehatan kepada 1.455 pasien.

Sebanyak 750 paket bahan makanan pokok masing-masing berisi mi, telur asin, dan minyak goreng juga dibagikan kepada para korban termasuk 2,7 ton beras berikut susu kaleng, roti kering, handuk, celana dan keperluan wanita, 680 selimut dan kasur serta 900 tikar. (E1-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA