logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

''Jangan Masuk Gedung yang Retak akibat Gempa''

YOGYAKARTA - Apabila sedang berada di luar bangunan atau area terbuka tiba-tiba terjadi gempa bumi, sebaiknya menghindar atau menjauh dari bangunan gedung, tiang listrik, dan pohon di sekitar.

''Selain itu, perhatikan tempat berpijak saat itu, dan segera menghindar apabila terjadi rekahan tanah,'' ujar Koordinator Crisis Center Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta, Dra Noor Rahmani MSc, pada pelatihan/pendampingan psikologis kepada relawan di lokasi bencana, Sabtu (17/6).

Pelatihan itu diadakan di auditorium Fakultas Psikologi UGM, diikuti oleh para relawan yang belum pernah mengenyam pendidikan psikologi, sebelum diterjunkan ke lokasi bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jateng.

Menurut Noor Rahmani, yang juga disampaikan pada buku petunjuk/panduan yang dibagikan kepada peserta, bila sedang mengendarai mobil terjadi gempa bumi, segeralah keluar dan turun serta menjauh dari mobil. Dan, hindarilah jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

Jika kebetulan tinggal atau berada di pantai, jauhilah pantai untuk menghindari terjadinya tsunami. Dan jika tinggal di daerah pegunungan, segeralah hindari daerah yang memungkinkan terjadi longsoran.

Segeralah Keluar

Dikatakan oleh staf pengajar Fakultas Psikologi UGM itu, setelah terjadi gempa bumi dan berada di dalam bangunan, segeralah keluar dengan tertib tanpa tergesa-gesa. Kemudian, segera menghubungi nomor-nomor penting atau minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada diri atau sekitarnya.

Periksalah lingkungan sekitarnya. apakah terjadi kebakaran, kebocoran gas, arus pendek listrik, periksa pula aliran dan pipa air serta segera periksa segala hal yang dapat membahayakan seperti mematikan listrik, tidak menyalakan api.

Diingatkan oleh Noor Rahmani, jangan sekali-kali masuk ke bangunan yang sudah retak/rusak akibat gempa, karena kemungkinan terjadi runtuhan dan jangan berjalan di sekitar daerah gempa karena kemungkinan masih ada bahaya gempa susulan.

Selain itu, mendengarkan informasi mengenai gempa dari gelombag radio atau siaran TV (apabila terjadi gempa susulan), dan berilah informasi yang akurat untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi. (P12-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA