logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Diterima UGM, tetapi Tak Lulus UN

YOGYAKARTA - Malang benar nasib Hendro Satrio, siswa kelas III IPA SMU 1 Depok, Sleman. Gara-gara nilai ujian nasional (UN) Matematika 3,50, dia akhirnya tidak lulus. Lebih menyedihkan lagi, sebelum kelulusan dia sudah diterima di Fakultas MIPA, UGM.

''Ya..gimana lagi, saya akan minta kebijaksanaan kampus bagaimana sebaiknya. Kalau bisa, diterima sebagai mahasiswa,'' keluh Handoyo, ayah Hendro yang kemarin datang ke kampus UGM.

Dia menuturkan, hasil ujian anaknya cukup bagus. Bahkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dia memperoleh nilai 9,8 dan Bahasa Indonesia 8,5. Hanya pada mata pelajaran Matematika nasibnya apes, dia hanya mendapat 3,5.

Menurut Handoyo, kegagalan anaknya bukan tanpa sebab. Menjelang ujian Matematika, Hendro mengeluh sakit. Namun dia nekat berangkat sekolah untuk mengerjakan soal. Ayahnya sudah mengingatkan agar tidak usah dipaksakan karena kondisi memang tidak memungkinkan.

''Waktu itu sudah saya ingatkan jangan dipaksa nanti malah nilainya jelek. Tetapi dia bertekad mengikuti ujian dan mengerjakannya,'' ujar Handoyo.

Benar saja, saat pengumuman tiba dia kaget. Nilai ujian Matematika di bawah standar yang seharusnya 4,26. Angka itu mengakibatkan dia tidak bisa lulus dan tak memperoleh ijazah. Masih ada kesempatan mengulang namun harus mengikuti ujian Kejar Paket C bulan November mendatang atau mengulang satu tahun sebagai siswa reguler.

Minta Diterima

Melihat kenyataan tersebut, Handoyo tak bisa apa-apa. Dia kemudian mencoba menemui pihak sekolah. Disarankan, anaknya mengulang selama satu tahun atau mengikuti Kejar Paket C selama enam bulan. Dia belum bisa mengambil keputusan akan memilih yang mana. Masih ada upaya yang dilakukannya, menemui pihak UGM.

Harapannya, Hendro bisa dipertimbangkan diterima sebagai mahasiswa meskipun belum memperoleh ijazah. Kalau saja permintan tersebut bisa dipenuhi, dia menyarankan anaknya mengikuti Kejar Paket C untuk mengejar kelulusan sebagai syarat mahasiswa baru.

Pihak UGM melalui Kepala Humas Suryo Baskoro menyatakan masih akan membicarakan kasus itu ke pihak rektorat. Namun dia menjelaskan, pada prinsipnya untuk menjadi mahasiswa baru harus lulus ujian dan memperoleh ijazah.

''Sejauh ini, syarat mutlaknya apabila siswa diterima memang harus lulus dan memiliki ijazah SMU. Tahun lalu ada pula kasus semacam itu namun masih ada ujian ulangan, sedangkan tahun ini tak ada ujian ulangan,'' paparnya. (D19-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA