| Selasa, 20 Juni 2006 | INTERNASIONAL |
Pembunuh Lima Anak Kandung Disidang UlangTEXAS - Lima anak kandung meregang nyawa di kedua tangannya. Sakit jiwa! Begitulah kondisi Andrea Pia Yates. Namun, Pengadilan Texas tidak bersimpati padanya. Suaminya pergi meninggalkannya untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Andrea membenamkan 5 anaknya ke bak mandi hingga tewas pada 20 Juni 2001. Kelima anak itu adalah Noah (7), John (5), Luke (3), Paul (2), dan Mary (6 bulan). Semua pakar menyatakan Andrea menderita depresi berat pascamelahirkan dan berulang-ulang. Ini jenis penyakit kejiwaan setelah melahirkan. Namun, Andrea tetap dituntut hukuman mati. Pada Maret 2002, juri menolak mentah-mentah alasan kegilaan dan memvonis Andrea bersalah. Juri juga menolak hukuman mati terhadap perempuan kelahiran 2 Juli 1964 itu. Pengadilan Texas kemudian menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Andrea dengan kemungkinan bebas bersyarat selama 40 tahun. Kesaksian Salah Pada 6 Januari 2005, Pengadilan Banding Texas menarik kesaksian yang menyatakan seseorang bersalah. Sebab saksi yang dihadirkan jaksa, yakni psikiater California Dr Park Dietz, telah memberikan kesaksian yang salah selama pengadilan. Dietz menyatakan, tak lama sebelum pembunuhan yang dilakukan Andrea, ada episode film Law & Order yang menampilkan seorang perempuan yang membenamkan anaknya. Dalam film itu, sang perempuan dibebaskan dari dakwaan dengan alasan sakit jiwa. Namun kemudian diketahui, tidak ada episode film semacam itu. Juri diduga terpengaruh kesaksian yang salah itu, sehingga sebuah pengadilan baru sangatlah diperlukan. Pada 9 Januari 2006, Andrea kembali menyatakan diri tidak bersalah dengan alasan menderita kejiwaan. Kemudian pada 1 Februari 2006, Andrea bebas dengan uang jaminan. Dia menjalani perawatan kesehatan mental. Pengadilan baru untuk Andrea dijadwalkan pada 20 Maret 2006. Namun, jadwalnya terpaksa ditunda.Andrea akan disidang pada 26 Juni 2006, atau 6 hari setelah 5 tahun peringatan peristiwa tragis itu. (ap-dtc-25) |