logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 INTERNASIONAL
Line

Rudal Korut Siap Tembak

TOKYO - Korea Utara mengabaikan peringatan Jepang dan Amerika Serikat tentang uji tembak rudal Taepodong-2. Sejumlah pejabat menyatakan, Pyongyang telah menyelesaikan tahap persiapan bahan bakar untuk uji tembak rudal itu.

Stasiun televisi Korea Selatan YTN Senin kemarin melaporkan, peluncuran Taepodong-2 akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, sejumlah pejabat yang diwawancara televisi itu tidak menyebutkan jadwal yang pasti.

Sebelumnya, ada spekulasi bahwa uji tembak rudal itu dilakukan Minggu lalu. Namun, spekulasi tersebut tidak terbukti. Taepodong-2 diperkirakan dapat menjangkau Alaska dan sebagian wilayah lain Amerika Serikat.

Ramalan cuaca menyatakan, wilayah Korut diselimuti awan tebal dan hujan sampai Rabu besok. Cuaca buruk itu diperkirakan menunda peluncuran rudal jarak jauh tersebut.

Ketegangan mengenai uji tembak Taepodong itu membuat sejumlah mata uang Asia (seperti yen Jepang, won Korsel, dan dolar Taiwan) tertekan dalam perdagangan kemarin. Kendati demikian, pasar keuangan tetap lebih terfokus pada kenaikan suku bunga dolar AS.

Korut mengejutkan dunia pada 1998. Saat itu, negara komunis tersebut melakukan uji tembak rudal yang mampu melintasi wilayah Jepang. Rudal jarak menengah itu mendarat di Samudera Pasifik. Kemudian sejak 1999, Pyongyang menghentikan program uji coba rudal balistik.

Sanksi

Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi mengatakan Tokyo, Washington dan Seoul mendesak Pyongyang untuk bertindak rasional dan menahan diri.

"Bahkan kini, kami berharap mereka tidak melakukan uji tembak itu," kata Koizumi dalam konferensi pers. "Namun jika mereka mengabaikan peringatan kami dan mereka tetap meluncurkan rudal, Jepang dan Amerika akan menanggapinya dengan tegas."

Namun dia menolak menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan Jepang. Yang jelas, Tokyo mengimbau diadakan pertemuan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk membahas rudal Korut tersebut.

Sekretaris Kabinet Shinzo Abe kemarin menyatakan, terbuka kemungkinan badan tertinggi PBB itu memberikan sanksi terhadap Korut.

Sejumlah pejabat AS menuturkan, Washington telah memperingatkan Pyongyang untuk tidak meluncurkan rudal jarak jauh tersebut. Peringatan itu disampaikan kepada diplomat Korut di markas PBB. Namun Korut belum menjawabnya.

Australia menyatakan telah menyampaikan keprihatinannya tentang tes rudal itu kepada Duta Besar Korut di Canberra. Australia pantas khawatir, lantaran Taepodong-2 juga mampu menjangkau sebagian wilayah negara tersebut.

Sejumlah pejabat Amerika menyatakan, foto-foto satelit memperlihatkan persiapan peluncuran rudal Korut itu di Musudan-ri, Provinsi Hamgyong Utara. Di Seoul, seorang pejabat pemerintah menyatakan peluncuran rudal Taepodong-2 akan dilakukan dalam waktu dekat.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA