logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 EKONOMI
Line

Data Pencacahan SE Tetap Diproses

SEMARANG-Keengganan perusahaan menengah dan besar mengisi data aset dan omzet pada formulir Sensus Ekonomi (SE) 2006 diakui Badan Pusat Statistik (BPS). Kendala ini lebih dikarenakan perusahaan yang memiliki cabang di daerah tidak memiliki kewenangan untuk pempublikasian. Selain itu pengusaha masih dihinggapi rasa khawatir apabila data dikaitkan dengan pungutan pajak.

Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS Pietojo mengatakan, pencacahan dalam SE tetap menyertakan pengusaha yang masih belum mengisi data aset dan omzet. Pengisian data secara lengkap bisa dilakukan secara menyusul. ''Data aset dan omzet ini penting untuk menentukan katagori usaha, apakah masuk mikro, kecil, menengah, atau besar,'' katanya di sela-sela koordinasi pelaksanaan SE 2006 di Jateng Senin (19/6).

Didampingi Kabid Statistik Distribusi BPS Jateng Suharyono, Pietojo menyebutkan Bank Danamon dan perusahaan ritel Matahari di Semarang merupakan sebagian perusahaan yang enggan untuk mengisi data aset dan omzet. Sejak dilaksanakan 15 Mei lalu, sudah terdapat 12 kota di Jateng yang melakukan pencacahan SE 2006 hingga 100%. (H22-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA