| Selasa, 20 Juni 2006 | BANYUMAS |
Dinyatakan Tak Lulus, Sejumlah Siswa PingsanPURWOKERTO - Pengumuman hasil ujian nasional (UN) untuk SMA, SMK dan MA ditanggapi beragam oleh siswa. Bahkan di sekolah-sekolah favorit pun, para siswa tegang menunggu hasil pengumuman yang diberikan dalam sebuah amplop dan dibagikan pukul 10.00. Di sekolah pinggiran, sebagian siswa meluapkan dengan trek-trekan di jalanan. Namun ada pula yang datang ke sekolah bersama orang tua atau cukup orang tuanya saja. Sebab, pihak sekolah sebelumnya telah mengirim surat ke rumah siswa yang tidak lulus. Di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, sejumlah siswa sempat pingsan setelah melihat hasil pengumuman ternyata namanya dinyatakan tidak lulus. Mereka yang pingsan tersebut kebanyakan siswi SMA. Kejadian tersebut sempat membuat panik siswa lain dan pihak sekolah. Di sekolah tersebut, dari laporan sementara ke Dinas Pendidikan, tercatat yang tidak lulus 102 siswa dari 341 siswa yang mengikuti UN beberapa waktu lalu. Seorang pengajar di SMA 1 Purwokerto, Agus Wahyudi mengatakan, di sekolahnya seorang siswa dinyatakan tidak lulus. "Pihak sekolah akan mengantar anak bersangkutan ke rumah untuk bertemu wali murid," katanya, kemarin. Padahal anak tersebut memiliki nilai 9 untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. "Nilai Matematikanya hanya kurang nol koma sekian," ujar Agus. Oleh karenanya, UN terkesan tidak menghargai keunikan individu yang memiliki kemampuan khusus di bidang tertentu dan lemah di bidang yang lain. Sementara itu, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, siswa yang merayakan kelulusan dengan konvoi kendaraan, jauh berkurang. Ruas jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani, Prof Dr Soeharso, Martadireja, HR Boenyamin menuju ke arah Baturraden. Kepala Bagian Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyumas secara terpisah mengatakan, hasil rekapitulasi secara lengkap belum bisa dilakukan. Sebab pihaknya masih menunggu hasl laporan dari sekolah-sekolah atau subrayon. (G22,shs-55d) |