logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juni 2006 BANYUMAS
Line

1.366 Siswa SMA Tidak Lulus UN

PURBALINGGA- Puluhan siswa SMA dan SMK yang merayakan kelulusan dengan melakukan arak-arakan terjaring operasi polisi, Senin (19/6) kemarin. Mereka ditilang karena mengendarai sepeda motor tak memakai helm. Operasi yang dipimpin Kasatlantas AKP M Tora bersama Kaur Binops Satlantas Iptu Sulasman itu mampu memecah konsentrasi massa.

Paling sedikit 30 anggota polres diturunkan untuk menertibkan siswa yang arak-arakan. ''Begitu melihat siswa bergerombol di atas motornya dengan seragam yang coreng-moreng, anggota segera mendekati mereka. Melihat kedatangan polisi, mereka langsung membubarkan diri,'' kata Kapolres AKBP W Wira Wijaya didampingi AKP M Tora.

Tak jauh dari kerumunan siswa itu, sejumlah polisi ternyata sudah bersiap di atas motor mereka. Begitu terlihat ada siswa yang keluar dari kerumunan, langsung disuruh minggir dan berhenti. Polisi langsung menindak mereka yang jelas-jelas tidak memakai helm, baik pengendara maupun pemboncengnya.

Sejumlah siswa yang terkena tilang hanya bisa menggerutu. Mereka tidak berkutik ketika motornya diberhentikan polisi. Di antara yang terjaring itu terdapat sejumlah siswi. Ada saja alasan yang mereka katakan agar bisa lepas dari operasi tersebut. Namun, polisi tetap bergeming.

Dari 5.435 siswa SMA, SMK, dan MA yang mengikuti ujian nasional, hanya 4.099 siswa dinyatakan lulus. Perinciannya, 2.143 siswa SMA, 1.759 siswa SMK, dan 197 siswa MA. Satu-satunya sekolah yang berhasil meluluskan semua siswanya adalah SMAN 1 Bobotsari.

''Jumlah keseluruhan siswa yang tidak lulus adalah 1.366 siswa. Yaitu 524 siswa SMA, 646 siswa SMK, dan 166 siswa MA. Yang cukup memprihatinkan, ada satu sekolah yang tidak ada satu pun siswanya yang lulus. Sekolah ini terletak di Karangmoncol,'' kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Disdikbud, Subeno.

Siswa yang tidak lulus ini, urai dia, disarankan untuk mengikuti kelompok belajar (Kejar) Paket C yang akan mengadakan ujian nasional Oktober mendatang. Namun, syaratnya mereka harus sudah mengikuti Kejar Paket C itu tiga bulan. Dengan demikian, berarti siswa yang berminat harus sudah masuk Juli.

Di Banjarnegara

Sementara itu, tingkat kelulusan siswa SMA/MA/SMK dalam ujian nasional (UN) di Kabupaten Banjarnegara melebihi target. Semula Dinas Pendidikan (Disdik) mematok target kelulusan siswa tahun ini 85-90%. Namun dalam kenyataannya bisa mencapai 90% lebih.

Dari 2.072 peserta UN SMA, yang lulus 1.997 peserta atau 96,38%. Di SMK dari 1.876 peserta, yang lulus 1.692 peserta atau 90,19%. Prosentase kelulusan tinggi juga dicapai oleh MA. Dari 528 peserta UN, yang lulus 477 peserta atau 90,34%.

''Hasil ini memang melebihi target dan jauh berbeda dari hasil UN tahun lalu yang belum memuaskan. Lompatan tertinggi pada MA dan SMK,'' kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Disdik Kabupaten Banjarnegara, Noor Tamami.

Sebagai perbandingan, tahun lalu kelulusan siswa SMA pada UN tahap I dengan 2.083 peserta, hanya mencapai 88,06% atau 1.836 siswa lulus. Kelulusan siswa SMK dari 1.950 peserta hanya mencapai 56,31% atau 1.098 siswa lulus. Adapun tingkat kelulusan siswa MA tahun lalu dari 644 peserta hanya mencapai 38,82% atau 250 siswa yang lulus.

Pada UN Tahap II tahun lalu, dari 249 peserta SMA, yang lulus 188 peserta (75,5%). Kelulusan siswa MA pada UN tahap II, dari 394 peserta yang berhasil lulus 318 peserta (80,71%). (F10,H25-55,67s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA