| Selasa, 20 Juni 2006 | BANYUMAS |
Arak-arakan, Ratusan Pelajar DitilangPURWOKERTO- Ratusan pelajar yang berarak-arakan motor di jalan raya seusai pengumuman kelulusan, kemarin terjaring polisi. Bagi yang tak lengkap surat-surat kendaraan dan tak mengenakan helm langsung ditilang. Sejak pukul 09.00, personel Polres Banyumas telah dikerahkan untuk memantau pengumuman kelulusan SMA/MA/SMK. Sebagian diterjunkan ke sekolah-sekolah dan sebagian lain patroli di jalan raya. Pengumuman kelulusan itu hampir serentak dilakukan pukul 10.00. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah pengumuman mereka yang lulus meluapkan kegembiraannya dengan mencorat-coret baju dan badannya dengan cat semprot ataupun spidol. Kegembiraan itu dilanjutkan dengan berkonvoi di jalan raya. Namun, kali ini polisi tak membiarkan mereka berarak-arakan motor secara liar. Polisi yang turun di jalan sejak pagi membuat ratusan pelajar yang pakaiannya belepotan cat dan sudah compang-camping karena dirobek-robek dibuat kaget. Tanpa Helm Polisi yang patroli keliling dan turun di tempat-tempat para pelajar berkumpul, menghentikan arak-arakan. Mereka yang terjaring langsung digiring ke Mapolres Banyumas. ''Mereka sudah mengganggu ketertiban lalu lintas. Apalagi tak mengenakan helm, kebut-kebutan, melanggar rambu-rambu, sehingga polisi mengambil tindakan tegas,'' ujar Kasat Lantas Iptu Deddy Nata. Menurut dia, ada sekitar 200 motor yang ditilang karena saat arak-arakan sebagian tidak membawa surat-surat, tak memakai helm, dan melanggar rambu-rambu. Tindakan tegas polisi itu membuat pelajar lain yang hendak menyusul arak-arakan mengurungkan niatnya. Sebagian di antara mereka hanya kumpul-kumpul di halaman sekolah atau sekitar GOR Satria. Mereka yang kumpul-kumpul pun didatangi polisi. Kepada mereka diberi penyuluhan agar tidak arak-arakan di jalan karena mengganggu dan bisa membahayakan pemakai jalan lain.(G23-55s) |