SUARA MERDEKA
 
INDEKS SALA Senin, 19 Juni 2006

SOLO-Pemkot Surakarta diminta berhati-hati memproses pengajuan sertifikat warga penghuni bekas eks resosisalisasi Silir karena bisa menimbulkan kecemburuan warga lain.''Warga sekitar Silir sudah kasak-kusuk mempertanyakan rencana sertifikasi tersebut,''

WONOGIRI- Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Wonogiri, menengarai adanya penyimpangan penggunaan anggaran belanja modal di Sekretariat Daerah (Setda). Penyimpangan itu terlihat dari adanya anggaran belanja modal tanah yang belakangan digunakan untuk pengadaan aspal dan semen.

BOYOLALI- Puluhan kios Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, hampir dua tahun ini mangkrak. Hal ini disebabkan harga kios terlalu mahal, sehingga tidak bisa terjangkau oleh pedagang. Bila tidak segera laku, kios pasar dikhawatirkan akan rusak.

SOLO-Pemkot Surakarta memasukkan beberapa kontraktor bermasalah ke dalam daftar hitam. Kontraktor yang antara lain terbukti tak transparan dalam beberapa pengerjaan proyek pemerintah tersebut tidak akan lolos dalam prakualifikasi lelang.

KARANGANYAR- ''Sekolah kami jangan hanya ditinjau. Percuma kalau ditinjau tetapi bantuan tidak cair-cair,'' kata Kepala SDN Paseban 01, Sugiyatno, Jumapolo, pekan lalu.

SRAGEN - Karena mengalami musibah perahu bocor, pasangan suami istri (pasutri) Sakiman (46) dan Ngatinem (48) warga Dukuh Sumberejo,

SOLO- Empat puluh anak mengikuti khitanan massal yang digelar RSI Kustati di Desa Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar, kemarin. Kegiatan yang digratiskan untuk umum itu melibatkan tenaga medis yang terdiri atas 4 dokter dan 16 perawat. (san-27)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA