| Senin, 19 Juni 2006 | SALA |
Pasutri Tewas Tenggelam di KedungomboSRAGEN - Karena mengalami musibah perahu bocor, pasangan suami istri (pasutri) Sakiman (46) dan Ngatinem (48) warga Dukuh Sumberejo, Desa Gilirejo Baru, Miri, tewas tenggelam di Waduk kedungombo. Musibah terjadi Jumat (16/6) pukul 10.00. Sebelum meninggal, pasangan suami-istri itu berniat mencari rumput untuk pakan ternaknya. Lokasi rumput yang dituju itu ada di ''pulau'' seberang perairan waduk. Ketika berangkat, korban diduga tidak mengecek kondisi perahu. Ketika Sakiman mendayung ke tengah waduk, kurang lebih 100 meter, mendadak perahunya bocor. ''Dia terlihat kebingungan dan berusaha mengatasi kebocoran perahu,'' tutur saksi Suwarno, tetangga korban yang melihat musibah, ketika dimintai keterangan petugas Polsek Miri. Ketika kebocoran perahu tidak segera teratasi, saksi Suwarno dan Suyino (21) berniat memberikan pertolongan dengan cara menjemput mereka dengan perahu. Pasutri yang diduga tidak bisa berenang itu mulai panik. Setelah saksi memperoleh perahu untuk menyusul, perahu yang dinaiki para korban diduga mulai kebanjiran air waduk. Sebelum perahu tenggelam bersama penumpangnya, Sakiman maupun Ngatinem terdengar berteriak-teriak histeris. Sementara saksi bergegas menjemput para korban yang nampak ketakutan. ''Mereka memang berteriak-teriak, minta pertolongan. Namun karena perahu belum siap, pertolongan pun datang terlambat,'' tutur Marijan, warga Dukuh Sumberejo. Bocor Sewaktu pertolongan tiba di lokasi, perahu yang ditumpangi pasangan suami istri itu tenggelam bersama penumpangnya. Sebenarnya, mereka tenggelam di perairan waduk yang tidak terlalu dalam. Namun karena jumlah penolong terbatas, jiwa para korban tidak bisa diselamatkan. Setelah musibah, puluhan warga tiba di lokasi untuk melakukan pencarian jasad korban. Musibah juga dilaporkan ke Polsek Miri. Kapolres Sragen AKBP Suradiyana melalui petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Aiptu Widoyo membenarkan ada musibah korban tenggelam di waduk. ''Setelah dilakukan pencarian, masyarakat bersama petugas Polsek Miri Jumat pukul 14.00 berhasil mengevakuasi korban dari dasar waduk,'' tutur Aiptu Widoyo. Marjian menuturkan, korban tenggelam di dasar waduk yang dalamnya tiga meter. Jasad yang dievakuasi itu kemudian dikuburkan di pemakaman Dukuh Sumberejo, Desa Gilirejo Baru, dengan dihadiri ratusan pelayat warga Desa Gilirejo Baru. Setelah dilakukan pengecekan, perahu milik Sakiman diketahui mengalami kebocoran di banyak titik. Akibatnya, air waduk yang masuk ke dalam cukup banyak dan perahu cepat tenggelam. (nin-67m) |