logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 RAGAM
Line

Andalan Griyo Kulo

BELAKANGAN ini muncul lagi sebuah kompleks wisata menarik di kawasan lereng Lawu, dekat dengan Tawangmangu yang sudah kesohor ke seluruh dunia, yaitu penginapan Griyo Kulo. Banyak hal sangat khas dibanding dengan penginapan atau hotel yang selama ini kita kenal.

Griyo kulo mengajak tamunya untuk kembali ke alam. Bangunannya yang tersebar terserak di kawasan ratusan hektar, semuanya serba alam asli. Bangunan dibuat dari bahan-bahan bambu yang juga dibiarkan alami. Tanpa dihaluskan atau diberi warna-warni, berpadu dengan kayu-kayu bekas.

Penginapan itu sendiri terdiri dari rumah-rumah penduduk biasa yang sewaktu-waktu disiapkan untuk tamu. Tamu domestik maupun asing. Syaratnya bangunan itu cukup bersih, sehat, dan tentu tamu mau menyewa. Jika tamu datang, penghuninya tidur di tempat lain.

Sejauh ini lebih dari 40 rumah penduduk sudah siap menampung tamu. Sampai Agustus nanti jumlah itu diharapkan sudah menjadi 100 rumah.

Pengelola dan sosok yang memiliki ide Griyo Kulo, Mohamad Rifai, yang lebih akrab dipanggil Pak Boy, mengatakan, hubungan antara pengelola dengan para pemilik rumah semacam pola kemitraan. Sudah disiapkan sistem bagi hasil.

Yang menarik lagi semua yang bekerja di sana juga warga setempat. Para pemilik rumah dan tanah yang sudah menjalin kemitraan.

Alamiah juga tampak dari makanan yang disajikan di restoran lesehan. Mulai dari ubi goreng, kimpul, berbagai jenis tela rambat, dan lain-lain. Menu besarnya untuk melengkapi nasi putih, ada wader, belut, ikan patin, lalapan daun singkong, sayur urap, sayur lodeh dan tentu saja ayam goreng.

Istimewanya, mulai dari wader, belut sampai ayam dan berbagai jenis sayuran itu adalah produk sendiri. Hasil budi daya petani yang sudah bergabung dalam kemitraan tersebut.

Semua itu telah memperkaya khasanah dan corak wisata Tawangmangu yang bisa ditawarkan kepada wisatawan domestik maupun manca. (Sutrisna-11)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA