logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 PANTURA
Line

Diperkirakan 13,06 % Siswa SMA Tidak Lulus

SLAWI- Dari sekitar 3.478 siswa SMA peserta ujian nasional (UN) di Kabupaten Tegal diperkirakan 13,06 % di antaranya tidak lulus. Kendati demikian angka tersebut belum pasti, sebab hasil UN tersebut baru akan diumumkan Senin (19/6) ini.

"Sebagai gambaran siswa SMA yang lulus UN sekitar 86,94%, karena masih banyak yang tertinggal (tidak lulus) kami berharap ada ujian ulangan. Sebab, dalam PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 66 Ayat 3, UN bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun pelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal, Drs Sartono MM, menanggapi rencana pengumuman, kemarin.

Ditambahkan, menjelang pengumuman Senin (19/6) ini, dia juga mengimbau para siswa yang lulus agar tidak melakukan hal yang bersifat hura-hura seperti melakukan arak-arakan maupun menggelar corat-coret di baju.

Lebih lagi melakukan coret-coret di tempat tertentu yang akan menyebabkan kurang indah dipandang mata. Imbauan untuk mengerem ke arah tindakan hura-hura dimaksudkan untuk menghidari tindakan yang tidak diinginkan, seperti perkelaian antarpelajar.

Tidak Baik

Menurutnya, selain tindakan tersebut dinilai tidak baik, saat ini sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana, seperti gempa tektonik yang meluluhlantahkan beberapa daerah di DI Yogyakarta dan Jateng.

Akibatnya, ribuan siswa di sana tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara layak. Oleh karena itu para siswa diminta peduli dan bersikap arif dan bijaksana.

"Daripada berhura-hura sebaiknya mengumpulkan uang untuk membantu korban bencana alam," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian Polres Tegal untuk mengantisipasi adanya konvoi dan aksi corat-coret baju maupun tembok sekolah. (H3-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA