logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 PANTURA
Line

Lagi, Perusakan Bernuansa Teror di Belik

PEMALANG - Aksi perusakan bernuansa teror dari sekelompok orang tak dikenal kembali terjadi pada Sabtu (17/6) dini hari di Kecamatan Belik, setelah pada Rabu (14/6) pukul 23.00 lalu merusak sejumlah bangunan, antara lain dua SD dan sebuah SMA.

Peristiwa itu membuat bingung warga dan aparat keamanan. Sebab, motif para pelakunya tidak jelas. Mereka hanya melakukan perusakan, terutama dengan sasaran bangunan yang ada jendela kaca. Kejadian pertama berlangsung di Desa Gunungtiga, sedangkan kali ini pelaku berpindah ke Desa Kuta.

Kejadian pertama mengakibatkan sejumlah kaca di tiga gedung sekolahan pecah, seperti pernah diberitakan (SM, 16/6). Peristiwa kedua, pelaku mengalihkan perhatian dengan merusak sejumlah rumah penduduk.

Rumah yang dirusak tersebut milik Agus Priono, H Hamdan Maulana, Sarwo Edi Wibowo, dan Kosim Aryanto. Pelaku juga merusak kaca mobil milik H Hamdan Maulana dan menjebol pintu toko milik Agus Priono. Pelaku hanya melakukan perusakan, tidak mengambil barang-barang. Kerugian ditaksir Rp 1 juta.

Beberapa Saksi

Kejadian itu sudah diusut oleh Polsek Belik dengan melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi dan korban. Namun belum dapat diidentifikasi jati diri pelakunya, apakah kelompok atau perorangan.

Menurut saksi Bobi (32) dan Tiah (30), warga Desa Kuta, mengetahui kejadian itu berdasarkan laporan warga. Setelah dicek ternyata memang benar ada perusakan rumah. Kejadian itu berlangsung dalam waktu hampir bersamaan dan diduga dilakukan lebih dari satu orang.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas ) Drs Budhi Rahardjo MM mengatakan, dari analisa di lapangan sudah jelas bahwa pelaku merupakan kelompok tertentu. Sebagai contoh kejadian di SMA 1 Belik pada Rabu malam lalu, hampir seluruh kaca sekolah pecah berantakan dalam waktu cepat. Di sekolah itu kaca yang pecah 51 buah.

''Jelas kejadian seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang, tetapi kelompok,'' ujarnya.

Namun jika hal itu dilakukan oleh sebuah kelompok, pihaknya belum bisa memastikan kelompok mana.

Saat ini masih terus dianalisa, karena tidak hanya sekolahan yang dirusak. Tembok tempat pemandian umum di sumber mata air (tuk) Sirah dan mushala kecil yang ada di tempat itu pun dirusak.

''Mari kita sama-sama cek dan ricek di lapangan. Apakah itu dilakukan oleh orang iseng, kriminal, teror, politis kita tidak bisa membuat kesimpulan tanpa didukung fakta dan bukti di lapangan,'' tandasnya.

Menurutnya, dalam kejadian kedua, pelaku tidak hanya merusak rumah penduduk. Namun, juga memecah sejumlah kaca gedung SD 3 Kuta.(sf-29s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA