| Senin, 19 Juni 2006 | PANTURA |
Sopir Angkot dan Becak Datangi Kantor Dishub
PEKALONGAN - Kekhawatiran terjadinya gejolak dengan adanya perubahan jalur angkutan kota jurusan Kedungwuni-Pekalongan ternyata terbukti. Sabtu (17/6) lalu, puluhan sopir angkot jurusan Pekalongan-Wiradesa dan tukang becak di sekitar Pasar Banjarsari mendatangi kantor Dinas Perhubungan. Mereka protes dengan adanya perubahan jalur tersebut karena dianggap telah mengurangi pendapatannya. Kali pertama yang datang adalah sopir angkot. Begitu turun dari kendaraannya, mereka berteriak-teriak meminta kepada petugas dinas perhubungan yang ada di kantor tersebut untuk mengembalikan jalur seperti sebelumnya. Lima belas menit kemudian, belasan tukang becak terlihat memasuki halaman depan gedung tersebut. Alasan tukang becak datang di tempat itu juga sama, yakni merasa dirugikan dengan adanya perubahan jalur tersebut. Ketua Paguyuban angkot Pekalongan-Wiradesa, Yanto mengatakan, dia mewakili rekan-rekan meminta agar jalur angkot jurusan Kedungwuni-Pekalongan dikembalikan ke semula. Sejak adanya perubahan rute, hampir semua awak angkutan jurusan Pekalongan-Wiradesa pendapatannya berkurang, bahkan ada yang sampai 100 persen. Ikut Berunding Kabid Lalu Lintas Dishub Sutomo didampingi Kaur Min Ops Polresta Pekalongan Iptu Jhoni Minarko meminta agar yang ikut berunding perwakilan angkot dan tukang becak. Jalannya pertemuan itu ternyata berlangsung cukup alot. Meski sudah diinformasikan bahwa perubahan jalur itu bertujuan untuk meramaikan penjualan pedagang di Pasar Banjarsari, namun mereka tetap minta rute diubah. ''Teorinya awak angkutan itu hanya menurunkan dan tidak boleh menaikkan penumpang saat di sekitar Pasar tersebut. Namun saat di lapangan, kami khawatir mereka bukan hanya menurunkan, tapi juga menaikkan penumpang,'' ujar perwakilan dari tukang becak. Mendengar pernyataan tersebut, Sutomo akan mencoba untuk mengkajinya. Pasalnya, perubahan jalur ini sifatnya masih percobaan.''Perubahan tersebut semata-mata untuk meramaikan pasar itu yang sejak dibuka tahun lalu masih sepi,'' kata dia. Seperti diberitakan Suara Merdeka Kamis (15/6), sejak Jumat lalu dilakukan perubahan jalur angkutan kota Pekalongan-Kedungwuni. (H4-52) |