logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 PANTURA
Line

Antisipasi Perampokan

Polresta Turunkan Penembak Jitu

PEKALONGAN - Peristiwa perampokan yang sering terjadi di wilayah pantura dan pelaku berhasil membawa ratusan juta rupiah milik korbannya, membuat polisi mengambil langkah tegas. Polresta Pekalongan menurunkan penembak-penembak jitu.

Menurut Kapolresta AKBP Drs Agus Dwi Saputro, diterjunkannya para sniper, karena dalam melakukan aksinya perampok disinyalir selalu membawa senjata tajam atau bahkan senjata api (senpi).

Menurut dia, para sniper ditempatkan di 22 lokasi tertentu dan strategis. Antara lain di sejumlah tempat yang merupakan objek vital, seperti toko emas, dan bank, serta daerah yang dianggap rawan perampokan.

''Mereka (para penembak jitu) mengamankan di tempatnya masing-masing,'' ujar dia kepada Suara Merdeka, kemarin. Mengapa penembak jitu sampai diturunkan untuk meredam maraknya kasus tersebut? Agus mengungkapkan biasanya dalam melakukan perampokan para pelaku lebih dari satu orang.

Selain itu tegas dia, mereka juga membawa senjata guna menakut-nakuti dan menyerang korbannya jika melawan.

Guna menghadapi kekuatan seperti itu, tegas dia, pihaknya harus menurunkan tim penembak jitu. Seandainya kembali terjadi kasus serupa, petugas sudah siap menanganinya.

Polisi Biasa Sulit

Kalau hanya polisi biasa diperkirakan sulit menghadapi mereka yang jumlahnya cukup banyak dan membawa senjata berbahaya. Lebih jauh dia mengungkapkan sekarang ini jajaran Polresta Pekalongan sudah bertekat perang dengan perampok. Alasannya, mereka itu sangat kejam dan meresahkan masyarakat. ''Kami akan melakukan apapun demi terciptanya kondisi aman dan nyaman di wilayah kerja kami,' kata Kapolresta.

Selanjutnya Agus menambahkan, sejak menurunkan para penembak jitu dapat dikatakan menjadi aman. Berbagai bentuk kejahatan yang selama ini sering terjadi menjadi berkurang.

''Mudah-mudahan kondisi seperti ini tetap berlangsung sampai selanjutnya,'' harap dia.

Dikatakan, selain menurunkan penembak jitu pihaknya juga telah meningkatkan patroli. Setiap pagi hingga malam hari, anggotanya secara bergiliran memantau kondisi keamanan di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan langkah seperti itu kalau terjadi sesuai bisa langsung dtindaklanjuti. (H4-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA