logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 OLAHRAGA
Line

Persipur Bungkam Suporter Persiku

KUDUS - Gol cantik hasil tembakan pemain Persipur Purwodadi Slamet Riyadi pada menit ke-50, membuat sekitar 7.000 pendukung Persiku Kudus bungkam.

Para penggila bola di kota Kretek pun dibuat kecewa, karena tuan rumah akhirnya diempaskan anak asuh Aris Sainyakit 0-1 pada pertandingan Kompetisi Divisi I di Stadion Wergu Wetan Kudus, sore kemarin. ''Kami mencetak banyak peluang, namun tak berhasil menyelesaikannya,'' kata Pelatih Persiku Riono Asnan.

Lini depan yang kurang bertaji, dianggap sebagai salah satu penyebab kekalahan Bambang Harsoyo dan rekan-rekan itu. Sedangkan Persipur yang lebih banyak bertahan, dan dengan cerdik mampu menyelesaikan peluang, hingga akhirnya membuahkan kemenangan.

Gol Slamet, tercipta berkat umpan terukur dari Thomas Mushala. Setelah dua pemain belakang Persiku terkecoh, pemain bernomor punggung 32 itu, kemudian melesatkan bola ke sisi kanan gawang Persipur yang dijaga Arif Musyafak. Selain gol cantik tersebut, kemenangan tim berjuluk Laskar Petir itu salah satunya karena penampilan kiper Agus Jamal yang cukup baik.

Pemain Persiku sebenarnya sejak menit-menit awal sudah berupaya untuk menggedor pertahanan lawan. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat tak satu pun peluang yang dihasilkan berbuah gol.

Permainan Kasar

Aroma persaingan di antara dua kesebelasan yang mengental, akhirnya membuat permainan menjurus kasar. Bahkan, pertandingan sempat terhenti, yakni pada menit ke-65 selama 5 menit dan 80 (1 menit), akibat beberapa pemain dari dua kesebelasan terlibat aksi saling dorong.

Petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Hartoyo SIK berhasil membujuk penonton yang mulai terpancing emosinya untuk tetap tenang. Sebaliknya, kepada dua tim juga diminta untuk melanjutkan pertandingan.

Menurut pengawas pertandingan, terhentinya pertandingan tersebut disebabkan karena dua pemain Persipur, yakni Alexander Robinson dan Rodrice Santoni, dianggap memancing kemarahan pemain Persiku.

Dia terlalu sering menjatuhkan diri. Akibatnya, beberapa penonton yang sudah mulai panas pun akhirnya melemparinya dengan botol plastik bekas air mineral.

Mengenai hasil akhir, Riono mengakui lemahnya lini depan timnya. Namun, dia juga menyesalkan sejumlah pemain Persipur yang dianggap terlalu sering melakukan diving.

Pada pertandingan tersebut, wasit, Suwardi (Rembang) mengeluarkan dua kartu kuning. Keduanya diberikan kepada Didit Thomas (Persiku) dan Alexander Robinson.

Sementara pelatih Persipur Aris Sainyakit mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit sehinga pertandingan tidak berjalan mulus. "Saya sudah bilang pada pertemuan teknik semalam, wasit harus tegas dalam memimpin sehinga tidak merugikan kedua tim," katanya saat ditemui setelah pertandingan.

Namun, pada pertandingan kemarin Aris melihat wasit justru tidak tegas sehingga menimbulkan amarah penonton.

"Tadi saya sengaja memanggil semua pemain saya ke pinggir lapangan, supaya mereka tenang dulu. Setelah itu baru bertanding lagi," jelasnya saat ditanya tentang insiden yang sempat membuat pertandingan terhenti selama kurang lebih lima menit.

Meskipun demikian, secara permainan Aris memuji Persiku yang mampu bermain baik. "Secara kualitas Persiku sebetulnya lebih unggul. Tapi saya menginstruksikan para pemain untuk terus menjaga pemain lawan dengan ketat."(H8,dit-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA