| Senin, 19 Juni 2006 | OLAHRAGA |
Arab Saudi Siapkan Permainan OfensifHAMBURG- Pelatih Arab Saudi, Marcos Paqueta memiliki tiga taktik yang akan diterapkan untuk melawan tiga tim di babak penyisihan grup: Tunisia, Ukraina, dan Spanyol. Salah satu taktiknya adalah permainan ofensif. Strategi bermain terbuka itu disiapkannya khusus untuk melawan Ukraina, pertandingan yang harus mereka menangi jika ingin maju ke putaran kedua. Kapten tim Ukraina, Andriy Shevchenko, pemain terbaik Eropa 2004, kelihatannya tidak berada dalam kondisi terbaik setelah cedera dan gagal membuat tekanan mematikan ke gawang Spanyol. Kala itu, mereka dibantai 0-4. Ini jelas kabar gembira bagi Sami al-Jaber dkk. Apalagi tidak ada satupun pemain Arab Saudi yang terkena hukuman larangan bertanding, sementara di kubu Ukraina sudah pasti akan kehilangan pemain bertahan berpengalaman, Vladislav Vashchyuk. Vashchyuk tidak boleh turun setelah dikeluarkan dari lapangan ketika melawan Spanyol. Pelatih Ukraina Oleg Blohkin tampaknya tak punya pilihan banyak untuk menutup kekosongan akibat absennya Vashchyuk. Dia harus menurunkan pemain remaja Dmitro Chigrinsky, yang akan memulai debut internasionalnya, karena memang hanya Chigrinsky yang tersedia. Kapten Arab Saudi, Sami al-Jaber, pencipta gol dalam permainan yang berkesudahan 2-2 lawan Tunisia, diharapkan sembuh dari cedera kakinya. Pulihnya al-Jaber akan membuat daya dobrak mereka lebih menggigit. Dengan pemain tengah Ukraina, Oleg Gusev, bakal absen karena mengalami cedera kaki kiri pada pertandingan lawan Spanyol, permainan ofensif Arab Saudi bisa saja membuahkan hasil bagus. Modal hasil imbang 2-2 lawan Tunisia juga cukup memadai untuk melayani tantangan Andriy Shevchenko dkk yang hancur-hancuran pada pertandingan perdananya di Piala Dunia. "Saya kira, Ukraina merupakan tim lemah. Kami akan menjebol gawang mereka pada awal pertandingan. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik selama ini," kata Marcos Paqueta. Namun kekalahan 0-8 yang diderita oleh Arab Saudi dari Jerman pada Piala Dunia 2002 masih sangat membekas. Luka menganga itu menimpa sebagian besar pemain yang tahun ini kembali berlaga di event yang sama, dan itu membuat mereka tampak sedikit gagap. ''Jelas itu sebuah beban. Tapi empat tahun telah membuat kami makin dewasa, dan kami sangat tahu apa yang harus dilakukan. Kami lebih kuat sekarang,'' tegas Paqueta. Kekalahan Arab Saudi itu merupakan angka kekalahan terbesar di Piala Dunia sejak El Salvador menyerah 1-10 dari Hongaria tahun 1982. Namun pasukan Paqueta jelas tidak akan mudah meraih hasil positif. Ukraina tentu tak ingin menderita malu lebih besar lagi. Target Andriy Shevchenko cs saat ini adalah memenangi dua pertandingan sisa untuk lolos ke babak selanjutnya. ''Saya kira setiap orang dalam tim kami mengerti bahwa kami harus berbuat banyak. Saya katakan sebelumnya bahwa hasil bagus akan membawa kami keluar dari grup ini,'' tegas Shevchenko, striker yang telah membukukan 29 gol untuk negaranya. ''Kami harus melakukannya sekarang.'' Ukraina merupakan tim pertama yang dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2006. (rtr,F3-40) |